Kesehatan . 01/02/2026, 17:42 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Pemantauan tersebut meliputi kasus meningitis dan ensefalitis, Influenza Like Illness (ILI), Severe Acute Respiratory Infection (SARI), ISPA, serta pneumonia.
Imbauan untuk Masyarakat
Murti juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi produk alami, khususnya nira atau aren.
Ia menegaskan bahwa cairan nira yang disadap langsung dari pohon berisiko terkontaminasi oleh kelelawar, terutama pada malam hari.
“Sebaiknya nira atau aren dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Selain itu, buah harus dicuci dan dikupas secara menyeluruh, serta dibuang jika terdapat tanda gigitan kelelawar,” katanya.
Sebagai informasi, kasus virus Nipah kembali dilaporkan terjadi di India. Hingga 26 Januari 2026, tercatat dua kasus konfirmasi tanpa korban jiwa di Distrik North 24 Parganas, negara bagian West Bengal.
Seluruh pasien merupakan tenaga kesehatan.
Otoritas setempat telah mengidentifikasi lebih dari 120 kontak erat yang kini menjalani karantina, sembari dilakukan investigasi epidemiologis lanjutan.
Kemenkes menegaskan, langkah kewaspadaan dan pencegahan sejak dini menjadi kunci utama untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular berbahaya seperti virus Nipah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media