Nasional . 03/02/2026, 17:07 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
fin.co.id - Foto itu sangat sederhana. Namun sarat makna mendalam. Seorang prajurit Marinir TNI AL berlutut. Menundukkan kepala. Lalu mengecup lembut perut istrinya yang terlihat buncit.
Sang istri tengah mengandung 7 bulan. Tak ada yang menyangka. Momen penuh cinta itu adalah salam perpisahan terakhir sebelum sang suami gugur dalam tugas negara.
Prajurit itu adalah Praka Marinir Ari Kurniawan. Dia merupakan 1 dari 23 Marinir yang gugur saat menjalankan tugas di kawasan Cisarua, Bandung Barat.
Kepergiannya bukan hanya mengakhiri sebuah pengabdian. Tetapi juga memutus harapan untuk menyaksikan kelahiran sang buah hati.
Di balik upacara militer yang khidmat, tersimpan luka paling dalam yang hanya bisa dirasakan seorang istri.
Sang pendamping hidup kini harus menjalani hari-hari ke depan tanpa sosok suami. Sekaligus mempersiapkan kelahiran anak pertama seorang diri.
Tak ada lagi tangan yang menggenggam saat kontraksi. Tak ada lagi suara suami yang menyemangati dari samping ranjang persalinan. Yang tersisa hanyalah kenangan, doa, dan janji tak terucap.
Pemakaman Praka Marinir Ari Kurniawan berlangsung dengan penuh penghormatan militer. Derap langkah prajurit, dentuman salvo, serta kibaran bendera Merah Putih menjadi penanda bangsa ini kehilangan salah satu putra terbaiknya.
Rekan-rekan seperjuangan berdiri tegap. Mengenakan baret kebanggaan Korps Marinir. Di atas tanah merah yang masih basah, terpajang foto almarhum dalam balutan seragam dinas. Gagah. Tegar. Penuh dedikasi.
Kalimat gugur dalam tugas negara tak lagi sekadar formalitas. Melainkan bukti nyata harga mahal sebuah pengabdian.
Duka tak hanya datang dari satu keluarga. Di tempat berbeda, suasana serupa juga menyayat hati. Seorang perempuan dengan kehamilan tua tampak lemas bersimpuh di samping makam suaminya: Praka Marinir Hamid Dwi Ismail.
Dia gugur saat menjalankan tugas negara bersama Praka Ari Kurniawan. Keduanya adalah prajurit terbaik dari Batalyon Infanteri (Yonif) 9 Marinir/Beruang Hitam.
Mereka gugur saat menjalani Latihan Pra Tugas untuk misi menjaga perbatasan RI–Papua Nugini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media