Politik . 03/02/2026, 16:22 WIB

Jokowi Siap Turun Gunung Bantu PSI, Pengamat Nilai Ada Simbiosis Politik Jelang 2029

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Sikap matan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan kesiapannya terjun langsung ke berbagai daerah untuk mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menghadapi Pemilu 2029 dinilai sarat makna politik. Pengamat politik Arifki Chaniago menilai langkah tersebut mencerminkan hubungan politik yang saling menguntungkan, bukan sekadar aktivitas kampanye biasa.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia ini menilai, dari perspektif PSI, keterlibatan Jokowi memiliki nilai strategis yang signifikan. Sosok Jokowi yang masih memiliki tingkat popularitas tinggi secara nasional dinilai mampu meningkatkan eksposur PSI, terutama di wilayah yang selama ini belum menjadi kantong suara partai tersebut.

“Bagi PSI, Jokowi adalah aset simbolik yang bisa membantu mendongkrak elektoral. Figur ini dapat mempercepat pengenalan partai dan membuka akses ke segmen pemilih tertentu,” ujar Arifki dalam keterangan, Selasa, 3 Februari 2026.

Namun demikian, Arifki menegaskan relasi ini tidak bersifat satu arah. Jokowi, menurutnya, juga memiliki kepentingan untuk tetap berada dalam pusaran politik nasional setelah tak lagi menjabat sebagai presiden.

Dalam konteks tersebut, kata dia, PSI dapat menjadi saluran politik yang memberi ruang pengaruh sekaligus meningkatkan posisi tawar Jokowi menjelang dinamika politik 2029.

“PSI memberi Jokowi kanal politik tanpa harus masuk ke partai besar atau struktur pemerintahan. Ini bentuk relasi yang lazim dalam politik,” kata Arifki.

Ia menjelaskan, pola hubungan saling membutuhkan semacam ini kerap terjadi pada fase pascakekuasaan. Partai memerlukan figur kuat untuk mengerek elektabilitas, sementara figur membutuhkan kendaraan politik agar tetap relevan di panggung nasional.

Meski demikian, Arifki mengingatkan bahwa dukungan tokoh besar tidak serta-merta menjamin keberhasilan dalam pemilu. Berdasarkan pengalaman, peran figur biasanya hanya menjadi pemantik awal, sementara hasil akhir sangat bergantung pada kinerja organisasi partai, kekuatan struktur hingga tingkat daerah, serta konsistensi agenda dan program yang ditawarkan kepada masyarakat.

“Figur bisa membuka pintu, tetapi yang menentukan apakah pintu itu dilewati atau tidak adalah kerja partai itu sendiri,” ujar Arifki.

Terkait keputusan Jokowi kembali aktif turun ke lapangan meski sempat menyatakan ingin pensiun dari politik, Arifki menilai hal tersebut wajar. Menurutnya, isu-isu yang menyasar Jokowi masih terus bergulir dan persepsi publik terhadap dirinya juga berpotensi memengaruhi peluang politik Gibran pada 2029.

Dalam praktik politik nasional, mantan presiden kerap tetap memainkan peran informal, baik sebagai simbol maupun aktor berpengaruh. Contohnya dapat dilihat pada peran Susilo Bambang Yudhoyono di Partai Demokrat dan Megawati Soekarnoputri di PDI Perjuangan.

“Saya menilai isu Jokowi turun gunung sebagai uji kesaktian Jokowi yang tak hanya menjadikan PSI lolos parlemen, tetapi juga partai besar. Namun untuk itu kembali kepada PSI, apakah mampu mengelola momentum tersebut menjadi kerja politik yang konkret dan berkelanjutan,” tutup Arifki.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com