Internasional . 03/02/2026, 07:09 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Musk kembali menegaskan bantahannya melalui serangkaian unggahan di X sepanjang akhir pekan lalu. Ia menyatakan tidak pernah menghadiri acara atau pesta Epstein dan secara terbuka menyerukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kejahatan tersebut.
“Saya tidak pernah menghadiri pesta Epstein dan telah berkali-kali menyerukan penuntutan terhadap mereka yang telah melakukan kejahatan bersama Epstein,” tulis Musk. “Uji coba keadilan yang sesungguhnya bukanlah pelepasan berkas, melainkan penuntutan terhadap mereka yang melakukan kejahatan keji bersama Epstein.”
Rilis email-email lama ini kembali mempertegas betapa luasnya jaringan sosial Epstein sebelum kasusnya mencuat ke publik, sekaligus memicu kembali perdebatan soal akuntabilitas, transparansi, dan keadilan bagi para korban.
Jeffrey Epstein adalah seorang pengusaha dan pemodal asal Amerika Serikat yang kemudian dikenal luas karena kasus kejahatan seksual serius yang melibatkannya.
Ia dituduh melakukan perdagangan seks dan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur, dengan dugaan melibatkan jaringan orang-orang berpengaruh, termasuk kalangan elit bisnis dan politik.
Pada 2019, Epstein ditangkap dan ditahan di New York. Namun, ia ditemukan tewas di sel penjara, dan kematiannya secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri, meski sampai sekarang masih memicu berbagai spekulasi dan teori konspirasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media