Hukum dan Kriminal . 03/02/2026, 14:38 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
fin.co.id – Nama Raffi Ahmad mendadak terseret dalam pusaran pembahasan sensitif mengenai pencucian uang (money laundering). Hal ini bermula dari spesial show komedi bertajuk Mens Rea milik Pandji Pragiwaksono yang tayang di Netflix.
Menanggapi keviralan di media sosial, Pandji akhirnya buka suara mengenai alasan di balik penyebutan nama Sultan Andara tersebut.
Ditemui di area Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, komika berusia 46 tahun ini menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki tendensi untuk menyerang privasi atau personal Raffi Ahmad.
Menurutnya, publik perlu melihat lebih dalam ke inti materi yang ia bawakan ketimbang sekadar terpaku pada sosok yang dijadikan contoh.
Pandji menjelaskan bahwa narasi besar dalam Mens Rea sebenarnya adalah tentang keberadaan bisnis gelap dan bagaimana praktik pencucian uang bekerja di Indonesia.
Ia berdalih, penggunaan nama figur publik hanyalah sebuah instrumen agar isu yang bersifat teknis dan berat tersebut lebih mudah dicerna oleh masyarakat luas.
"Sebenarnya topik utamanya kan, seperti yang kalau diisi materinya, topik utamanya tuh bukan ke situ (Raffi). Topik utamanya tuh tentang keberadaan bisnis ilegal yang kemudian terkait sama praktik cuci uang gitu," ungkap Pandji, dikutip Selasa 3 Februari 2026.
Ia menyayangkan jika perhatian masyarakat justru terdistraksi oleh nama yang muncul sebagai ilustrasi, sementara persoalan sistemik mengenai bisnis ilegal justru luput dari perdebatan.
"Jadi topiknya tuh sebenarnya itu, pembahasannya itu," tambahnya.
Pilihan Pandji untuk menggunakan gaya populer dan menyeret nama besar bukan tanpa alasan. Ia merasa isu pencucian uang adalah hal yang sangat nyata namun sering kali terlalu rumit untuk dipahami orang awam.
Dengan memberikan contoh ilustratif yang dekat dengan telinga masyarakat, ia berharap kesadaran publik terhadap pola-pola kejahatan keuangan bisa meningkat.
"Lebih supaya masyarakat awam saja dan aware dengan kondisi seperti itu. Itu aja sih sebenarnya," jelas Pandji. (Hasyim Ashari)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media