Nasional . 03/02/2026, 15:56 WIB

Tokoh Islam Temui Prabowo di Istana, Isu Perdamaian Dunia Jadi Sorotan

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Sejumlah pimpinan dan tokoh organisasi Islam, mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mulai berdatangan ke Kompleks Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa, 3 Februari 2026.

Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan menyampaikan, pertemuan tersebut menjadi momentum bagi MUI dan ormas Islam untuk menyampaikan pandangan serta aspirasi terkait isu perdamaian global yang saat ini menjadi perhatian dunia internasional, termasuk gagasan board of peace atau dewan perdamaian.

"Kita berharap tentu, ya, sebagai presiden mewakili negara Republik Indonesia terkait isu yang sedang hangat, yaitu board of peace. Ya, kalau perdamaian tentu jangan separoh-separoh. Perdamaiannya harus konkret. Perdamaiannya harus amanah undang-undang, perdamaian abadi. Ya kan? Karena itu amanat konstitusi," kata Amir di Kompleks Istana Kepresidenan.

Ia menegaskan, prinsip kemerdekaan merupakan hak fundamental setiap bangsa. Karena itu, dalam forum tersebut, ormas Islam akan menyampaikan sikap yang tegas terkait penolakan terhadap segala bentuk penjajahan.

"Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, karena itu. Penjajah harus dihapuskan. Karena tidak sudah dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Ya kan? Karena itu kita akan mendengarkan apa semacam arahan presiden. Nanti setelah itu ormas orms akan memberikan sikap yang jelas dan tegas," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, tokoh muslim Tionghoa Jusuf Hamka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan kepercayaan penuh kepada Presiden Prabowo dalam menyikapi dinamika perdamaian internasional. Menurutnya, Prabowo memiliki latar belakang dan pengalaman strategis yang kuat.

“Kita harus percaya Presiden Prabowo. Beliau bekas panglima Kostrad, panglima perang, pasti ahli strategi. Kita jangan suuzan, harus husnuzan,” ujar pria yang akrab disapa Baba Alun.

Jusuf juga menilai keikutsertaan Indonesia dalam berbagai forum global tetap penting, meski tidak memiliki hak veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menilai kehadiran Indonesia justru dapat memberi warna dan pengaruh dari dalam.

“Daripada kita nonton dari luar, lebih baik kita mewarnai dari dalam. Sebagai warga negara yang baik dan umat beragama, ya sami’na wa atha’na,” pungkasnya.

Anisha Aprilia/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com