Ekonomi . 04/02/2026, 22:33 WIB

Bursa Efek Indonesia Terancam Berubah Total! Prabowo Titahkan Danantara Pakai Standar Global, BEI Siap IPO?

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Pasar modal Indonesia bersiap menghadapi guncangan besar yang akan mengubah wajah investasi tanah air selamanya! Presiden Prabowo Subianto baru saja memberikan instruksi khusus kepada CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, untuk merombak total standar bursa kita. Tak main-main, Prabowo ingin bursa Indonesia sejajar dengan kiblat pasar keuangan dunia demi menggaet kepercayaan investor raksasa.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin segera menyulap Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi mesin pencetak profit yang transparan dan kompetitif. Jika kamu selama ini merasa bursa kita masih tertinggal, bersiaplah, karena revolusi pasar modal sedang dimulai!

Standar Internasional Jadi Harga Mati untuk Kepercayaan Investor

Usai menggelar rapat panas dengan Komisi VI DPR RI di Senayan, Rosan Roeslani membocorkan arahan langsung sang Presiden. Menurutnya, kepercayaan pemilik modal hanya bisa diraih jika Indonesia berani menerapkan transparansi tanpa kompromi. Tanpa standar tinggi, investor global akan terus ragu menanamkan modal jangka panjangnya di sini.

“Arahannya ya bahwa bursa kita ini harus sesuai dengan standar yang paling tinggi, standar internasional yang paling tinggi, karena itu menciptakan kepercayaan,” tegas Rosan saat dijumpai di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Geger Rencana Demutualisasi BEI: Dari Nirlaba Menuju Mesin Profit

Salah satu poin paling provokatif dalam diskusi antara Rosan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dengan Presiden adalah usulan demutualisasi BEI. Untuk kamu yang belum tahu, demutualisasi berarti mengubah model bursa dari yang tadinya milik anggota dan nirlaba, menjadi perusahaan berorientasi profit yang dimiliki oleh pemegang saham.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menilai langkah ini krusial untuk memperkuat kredibilitas bursa di tengah volatilitas global. Dengan menjadi perusahaan publik, tata kelola dan akuntabilitas bursa akan semakin kuat, sekaligus membuka pintu bagi masuknya investor institusi asing yang strategis.

Daya Saing Global: BEI Bakal Bisa Private Placement?

Pandu Sjahrir menambahkan bahwa perubahan model bisnis ini akan memperjelas garis tanggung jawab dan mempercepat aksi korporasi. Dengan demutualisasi, Bursa Efek Indonesia berpotensi menghimpun dana segar melalui mekanisme private placement atau penempatan terbatas. Ini adalah lompatan besar untuk memperkuat permodalan pasar modal nasional.

Langkah berani ini juga diambil sebagai respons cerdas terhadap dinamika MSCI. Tujuannya satu: meningkatkan integritas pasar agar mata dunia tidak lagi memandang sebelah mata terhadap bursa Indonesia. Danantara mengapresiasi dukungan dari regulator dan parlemen yang ingin proses regulasi ini segera rampung pada paruh kedua tahun ini.

Menuju Era Baru Pasar Modal Indonesia yang Lebih Transparan

Upaya transformasi yang diusung Danantara dan didukung penuh oleh Presiden Prabowo ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah strategi bertahan hidup di tengah persaingan ekonomi global yang kian sengit. Dengan transparansi yang lebih tinggi, diharapkan aliran modal asing akan mengalir deras ke Indonesia, membawa kesejahteraan bagi iklim investasi nasional.

“Kepercayaannya juga lebih meningkat, baik dalam maupun luar negeri. Itu yang kami sampaikan,” tutup Rosan optimis. Bagi kamu para pelaku pasar, pastikan tetap pantau pergerakan regulasi ini karena masa depan asetmu sedang dipertaruhkan di sini! (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com