Nasional . 05/02/2026, 14:19 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengimbau para kepala desa untuk lebih aktif melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap kelompok masyarakat rentan, khususnya warga yang belum tersentuh bantuan sosial (bansos) pemerintah. Imbauan ini buntut dari kematian siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), YBR (10), tewas gantung diri lantaran orang tuanya tak mampu membelikan buku tulis dan pulpen.
Prasetyo menilai, peran aktif aparatur desa dan kelurahan menjadi kunci untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan, sekaligus memastikan negara benar-benar hadir bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kepala desa atau kepala dusun yang terus-menerus melakukan monitoring dan melaporkan manakala ada warganya yang belum termasuk atau belum tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah,” ujar Prasetyo, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia berharap, pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan di tingkat akar rumput dapat mencegah terulangnya peristiwa-peristiwa memprihatinkan, seperti yang baru-baru ini terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kami memastikan, kalaupun belum bisa kita berdayakan secara mandiri, tetapi kehadiran atau intervensi pemerintah harus kita pastikan untuk menyentuh ke seluruh lapisan, terutama yang paling bawah, sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kebijakan penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan.
“Ini bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh gitu. Masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita,” tutup Prasetyo.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media