3 Juta Rumah . 05/02/2026, 14:43 WIB

Kolaborasi SMF, Kementerian PKP, dan Pemkab HSS Realisasikan Bantuan Pilot Project RITK di Kalsel

Penulis : Sahroni  |  Editor : Sahroni

fin.co.id - Upaya menghadirkan hunian layak bagi pekerja layanan dasar kembali mendapat dorongan nyata. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bersama Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) merealisasikan pembangunan 20 unit Rumah Inti Tumbuh Konvensional (RITK) bagi komunitas petugas kebersihan di Desa Sungai Raya Selatan.

Peresmian rumah komunitas tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Hulu Sungai Selatan, Syafrudin Noor, didampingi Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Anggoro Putro, serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto, pada Kamis, 5 Januari, di wilayah HSS.

Dalam sambutannya, Bupati Syafrudin Noor menyampaikan apresiasi atas kepedulian SMF yang dinilai konsisten mendukung peningkatan kesejahteraan petugas kebersihan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Ia juga menyoroti dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang membangun prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) berupa akses jalan menuju kawasan perumahan, sehingga lingkungan hunian menjadi lebih layak dan nyaman.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi contoh nyata pembangunan yang berpihak pada masyarakat, khususnya kelompok pekerja pelayanan dasar. Ia berharap sinergi serupa dapat terus diperluas demi mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing. Dengan diresmikannya rumah komunitas tersebut, seluruh pihak juga diharapkan ikut menjaga serta memanfaatkan fasilitas bersama itu secara optimal.

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Anggoro Putro, turut mengapresiasi kontribusi SMF dalam mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang menjadi arahan Presiden. Ia optimistis rencana kolaborasi lanjutan antara Kementerian PKP dan SMF pada 2026 dapat berjalan lancar, sebagaimana yang telah terlaksana di Hulu Sungai Selatan.

Program TJSL SMF ini dirancang sebagai model kolaborasi pentahelix, yakni melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga masyarakat, akademisi, hingga media. Dalam skema ini, SMF berperan sebagai penghubung yang menyatukan berbagai pemangku kepentingan agar solusi perumahan dapat diwujudkan secara lebih terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, SMF menyalurkan dana hibah TJSL sebesar Rp1,19 miliar untuk pembangunan 20 unit rumah. Dana itu disalurkan lewat Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Mitra Sejati, Kecamatan Kandangan. Lokasi pembangunan berada di Jalan Pantai Raya, Desa Sungai Raya Selatan, di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten HSS, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam penyediaan infrastruktur jalan perumahan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari peran SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan dalam mendukung penghapusan kemiskinan ekstrem, mengurangi backlog kepemilikan rumah layak, serta mempercepat realisasi Program Tiga Juta Rumah. Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tujuan ke-11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan.

Proyek rumah komunitas ini menjadi proyek percontohan (pilot project) bantuan rumah berbasis RITK di wilayah Kalimantan. Ke depan, pemerintah daerah merencanakan pengembangan kawasan secara terpadu, tidak hanya untuk rumah bantuan, tetapi juga klaster perumahan subsidi dan klaster relokasi bagi warga terdampak bencana.

Konsep RITK yang diterapkan berupa rumah inti modular tipe 18 dengan nilai bantuan konstruksi Rp58 juta per unit. Kawasan ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 3 hektare dan dirancang mampu menampung hingga 147 kavling berukuran 10 x 10 meter. Area tersebut juga dilengkapi ruang terbuka publik, taman bermain, zona komersial, serta fasilitas bank sampah. Lokasinya dinilai strategis karena dekat dengan jalan nasional, mudah diakses, dan relatif aman dari risiko banjir. Pembangunan dilakukan secara swakelola oleh BKM Mitra Sejati atas penunjukan Pemerintah Daerah HSS, sejak 13 Agustus hingga 9 Desember 2025.

Kehadiran rumah komunitas ini diharapkan tidak hanya menyediakan hunian fisik, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan, pembinaan, dan penguatan solidaritas antarpetugas kebersihan. Fasilitas tersebut diyakini dapat meningkatkan semangat kerja sekaligus menghadirkan manfaat sosial jangka panjang.

Salah satu penerima manfaat, Maulina, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Sehari-hari bekerja sebagai petugas ruang terbuka hijau di Kecamatan Kandangan, ia sebelumnya tinggal menumpang di rumah keluarga dengan kondisi serba terbatas.

“Bantuan Rumah Inti Tumbuh Konvensional ini membawa perubahan besar bagi kami. Bukan hanya kualitas tempat tinggal yang meningkat, tapi juga semangat dan harapan untuk memperbaiki kehidupan keluarga,” tuturnya.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan sendiri termasuk dalam 33 daerah penerima Program Peningkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh yang dijalankan SMF. Sepanjang periode 2019 hingga 2025, SMF telah menyalurkan total bantuan sekitar Rp49,179 miliar untuk pembangunan dan renovasi 747 rumah di berbagai kota di Indonesia.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com