Megapolitan . 06/02/2026, 17:44 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta percepatan pembongkaran tiang monorel terbengkalai di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Ia bahkan menaikkan target kerja dari satu tiang per hari menjadi hingga lima tiang per hari.
Pembongkaran proyek monorel yang mangkrak selama 22 tahun itu sudah dimulai sejak 14 Januari 2026. Tercatat ada 109 tiang yang harus dibongkar di sepanjang koridor tersebut, dengan alokasi anggaran sebesar Rp254 juta. Pekerjaan ini ditangani oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
"Setelah melihat kerjaan di lapangan, saya minta dipercepat. Kalau dulu hanya satu tiang satu hari, saya minta enggak, kalau perlu empat lima tiang sehari," kata Pramono di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat pada Jumat, 6 Februari 2026.
Menurutnya, sebagian besar tiang berbentuk kerangka besi kini telah dipotong. Tahapan berikutnya adalah membongkar struktur yang sudah dilapisi beton, yang membutuhkan waktu lebih lama.
"Sekarang adalah yang mulai ada betonnya. Sehingga untuk beton ini pasti memerlukan waktu yang lebih lama, tapi yang tiang-tiang saja hampir semuanya sudah terpotong," terang Mas Pram sapaan akrabnya.
Setelah seluruh tiang rampung dibongkar, Pemprov DKI akan langsung memulai penataan ulang kawasan Jalan HR. Rasuna Said. Jalur cepat di sisi timur rencananya akan dihapus agar seragam dengan sisi barat.
Proyek pembongkaran sekaligus penataan kawasan ditargetkan selesai pada September 2026. Untuk mendukung penataan tersebut, Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran Rp100 miliar.
"Rp100 miliar itu secara keseluruhan buat selokan, buat jalan, taman, pendestrian, dan sebagainya," pungkasnya.
Cahyono/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media