Nasional . 09/02/2026, 11:55 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id - Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang berlangsung di Serang, Banten, pada Senin 9 Februari 2026, menjadi momentum krusial bagi insan media di tanah air. Di tengah masifnya disrupsi digital, para tokoh nasional menegaskan bahwa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak akan pernah bisa menggantikan peran fundamental pers dalam kehidupan berbangsa.
Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, menyatakan bahwa meski teknologi berkembang pesat, eksistensi pers tetap kokoh. Menurut mantan jurnalis ini, pers bukan sekadar penyampai informasi, melainkan institusi yang melahirkan dialektika dan debat publik yang kredibel.
"Kemajuan teknologi seperti AI tidak lantas menggantikan eksistensi pers. Media massa menjadi ruang dialog dua arah, bukan tempat monolog. Ini peran ideal yang selalu dilakukan oleh pers," tegas Khozin di Jakarta.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya integritas di tengah banjir informasi. Khofifah menilai jurnalisme berkualitas menjadi benteng utama agar masyarakat tidak terjebak dalam pusaran hoaks dan sensasionalisme digital. Pers yang sehat, menurutnya, adalah fondasi bagi ekonomi yang berdaulat dan bangsa yang kuat.
"Jurnalisme berkualitas akan menjadi referensi masyarakat untuk membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan. Di sinilah pers berperan menjaga kualitas demokrasi," ungkap Khofifah saat memperingati HPN yang tahun ini mengusung tema "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat".
Dukungan serupa datang dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Seskab Teddy mengapresiasi dedikasi insan pers yang telah memasuki usia ke-80 tahun. Ia berharap media terus menjunjung tinggi akurasi dan keberimbangan sebagai penjaga akal sehat di tengah dinamika sosial politik yang terus berkembang.
Peringatan HPN 2026 sendiri menandai sejarah panjang perjalanan pers Indonesia sejak berdirinya PWI pada 1946 di Surakarta. Meski tantangan teknologi seperti AI terus membayangi, integritas, verifikasi, dan sentuhan manusiawi dalam jurnalisme tetap menjadi pilar yang tak tergoyahkan oleh algoritma mana pun.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media