Internasional . 09/02/2026, 07:57 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai gelombang kecaman setelah sebuah video bernuansa rasis muncul di akun Truth Social miliknya.
Konten tersebut menampilkan mantan Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, dalam visual yang memicu kemarahan publik.
Kontroversi semakin meluas setelah Gedung Putih memberikan klarifikasi yang menyebut unggahan itu sebagai kesalahan staf. Penjelasan tersebut justru dinilai tidak meyakinkan oleh mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris.
Harris menilai Gedung Putih berupaya meredam persoalan dengan alasan yang sulit dipercaya publik, terlebih karena unggahan tersebut sempat dibela sebelum akhirnya dihapus.
"Tidak ada yang percaya upaya menutup-nutupi ini dari Gedung Putih, terutama karena mereka awalnya membela unggahan tersebut. Kita semua tahu betul siapa Donald Trump dan apa yang dia yakini," kata Harris, mantan rival Trump dalam pemilihan presiden AS 2024, dilansir AFP.
Video yang memicu kontroversi itu berdurasi sekitar satu menit. Isinya mempromosikan teori konspirasi mengenai kekalahan Trump dari Joe Biden pada Pemilihan Presiden AS 2020. Pada bagian akhir video, wajah Barack Obama dan Michelle Obama ditampilkan pada tubuh monyet selama kurang lebih satu detik.
Unggahan tersebut muncul pada Kamis malam (5/2), di tengah banyaknya konten lain di akun Truth Social milik Trump. Video itu kembali mengulang tuduhan palsu yang menyebut perusahaan penghitungan suara Dominion Voting Systems terlibat dalam upaya “mencuri pemilu” dari Trump.
Pada tahap awal, Gedung Putih memilih merespons kritik dengan nada meremehkan. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut visual dalam video itu berasal dari konten meme yang sudah beredar luas di internet.
"Tolong hentikan kemarahan palsu ini dan laporkan sesuatu yang benar-benar penting bagi publik Amerika hari ini," kata Leavitt dalam pernyataannya kepada AFP.
Namun, sekitar 12 jam setelah video tersebut diunggah, sikap Gedung Putih berubah. Pemerintahan yang selama ini dikenal jarang mengakui kesalahan akhirnya menyampaikan klarifikasi lanjutan.
"Seorang staf Gedung Putih telah secara keliru membuat unggahan tersebut. Unggahan tersebut telah dihapus," ucap seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya kepada AFP.
Pengakuan tersebut menjadi penutup sementara dari polemik unggahan video yang memicu kritik luas terhadap Presiden AS dan Gedung Putih.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media