Megapolitan . 09/02/2026, 18:45 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Ribuan ikan di Sungai Jalatreng di Kelurahan Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, ditemukan mati mengambang setelah air sungai berubah warna menjadi putih pekat dan mengeluarkan aroma kimia menyengat, yang diduga kuat berasal dari residu kebakaran gudang insektisida di kawasan industri sekitar.
Peristiwa ini mulai disadari warga pada Ssnin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Bau menyengat menyerupai minyak tanah menyeruak hingga ke permukiman yang berjarak ratusan meter dari bibir sungai. Tak lama kemudian, berbagai jenis ikan seperti mujair, nila, hingga ikan sapu-sapu mulai mengapung tak bernyawa di sepanjang aliran sungai yang melintasi area belakang Kantor DPRD Kota Tangerang Selatan tersebut.
Dugaan pencemaran mengarah pada limbah bahan kimia pasca-kebakaran hebat yang menghanguskan gudang distributor insektisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kelurahan Setu. Sisa material pemadaman dan bahan kimia cair diduga masuk ke drainase kota dan bermuara ke Sungai Jalatreng.
Romo (54), warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya akan dampak jangka panjang dari insiden ini. “Baunya sangat tajam sampai ke rumah. Kami khawatir karena aliran Jalatreng ini menyambung langsung ke Sungai Cisadane, sumber air baku utama untuk PDAM yang mengaliri rumah-rumah warga,” ujarnya.
Hingga Senin siang, meski warna air mulai kembali cokelat, aroma kimia masih tercium kuat. Ironisnya, di saat warga mencemaskan potensi krisis air bersih, otoritas terkait belum memberikan respons cepat di lapangan.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan (PPPL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Deni Danial, belum memberikan keterangan resmi meski telah dihubungi berulang kali. Langkah mitigasi untuk melokalisasi zat kimia agar tidak mencapai intake PDAM di Sungai Cisadane kini menjadi urgensi yang mendesak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media