Internasional . 12/02/2026, 08:38 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id – Nama Elon Musk lagi-lagi bikin dunia melongo. Bos besar di balik SpaceX dan Tesla itu resmi mencetak rekor baru sebagai orang pertama yang kekayaannya menembus lebih dari 800 miliar dolar AS.
Kalau dikonversi dengan kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS, total hartanya kini diperkirakan mencapai 852 miliar dolar AS atau setara Rp13.632 triliun. Ya, triliun. Bukan salah ketik.
Lonjakan kekayaan ini terjadi setelah SpaceX mengakuisisi xAI, perusahaan kecerdasan buatan sekaligus media sosial yang juga didirikan Musk. Aksi tersebut membuat valuasi gabungan perusahaannya melesat ke angka 1,25 triliun dolar AS atau sekitar Rp20.000 triliun.
Menurut estimasi Forbes, langkah besar itu langsung menambah pundi-pundi Musk sebesar 84 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.344 triliun hanya dalam satu momentum korporasi.
Total harta Musk kini diperkirakan mencapai 852 miliar dolar AS atau setara Rp13.632 triliun—angka tertinggi yang pernah dicatatkan satu individu dalam sejarah modern.
Kebayang Nggak Sih, Segitu Banyaknya? Supaya lebih terasa “nyatanya”, coba lihat angka lengkapnya: Rp13.632.000.000.000.000.
Deretan nolnya saja sudah bikin mata berkunang-kunang. Buat sebagian besar orang, angka itu mungkin cuma bisa ditemui di kalkulator — atau di film fiksi ilmiah.
Tapi muncul satu pertanyaan yang seru untuk dibahas: kalau uang sebanyak itu dibelanjakan terus-menerus, kapan habisnya?
Skenario: Habiskan Rp1 Miliar Setiap Hari
Kita pakai simulasi sederhana saja. Bayangkan Elon Musk menghabiskan Rp1 miliar setiap hari. Bukan per bulan, bukan per tahun. Tapi per hari, tanpa bolong, tanpa libur.
Rp1 miliar per hari berarti Rp1.000.000.000. Sekarang kita bagi total kekayaan Rp13.632 triliun dengan Rp1 miliar.
Hasilnya adalah 13.632.000 hari. Kalau dikonversi ke tahun? 13.632.000 hari dibagi 365 hari = sekitar 37.347 tahun.
Artinya, Musk harus menghabiskan Rp1 miliar setiap hari selama kurang lebih 37.347 tahun sampai uangnya benar-benar habis.
Lebih Lama dari Umur Peradaban
Sebagai perbandingan, sekitar 37 ribu tahun lalu manusia modern masih hidup di zaman prasejarah. Lukisan gua masih jadi “media sosial” utama.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media