Viral . 12/02/2026, 18:36 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Kabar mengejutkan datang dari dunia penerbangan internasional. Sebuah pesawat Boeing 737-700 milik maskapai Arik Air terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Benin, Nigeria, pada Rabu, 11 Februari 2026. Insiden ini memicu kepanikan setelah mesin pesawat dilaporkan mengalami gangguan serius saat sedang mengudara.
Pesawat dengan nomor registrasi 5N-MJF tersebut awalnya tengah melayani rute domestik W3 740. Burung besi ini lepas landas dari Bandara Murtala Muhammed di Lagos dengan tujuan akhir Bandara Internasional Port Harcourt, Omagwa. Namun, perjalanan yang seharusnya rutin tersebut berubah menjadi momen penuh ketegangan bagi para penumpang dan awak kabin.
Pihak maskapai Arik Air dalam pernyataan resminya membeberkan kronologi kejadian. Awak pesawat mengaku mendengar suara ledakan yang sangat keras berasal dari mesin bagian kiri. Saat itu, pesawat sedang berada dalam fase jelajah dan tengah bersiap untuk melakukan proses pendaratan di Port Harcourt.
Menghadapi situasi genting tersebut, pilot segera mengambil tindakan penyelamatan sesuai prosedur standar. Kapten pilot melakukan penghentian mesin secara preventif untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan langsung mengalihkan penerbangan (divert) ke bandara terdekat yang memenuhi syarat, yaitu Bandara Benin.
Beruntung, ketangkasan kru pesawat membuahkan hasil manis. Pesawat Boeing tersebut berhasil menyentuh landasan dengan selamat di Benin. Seluruh 80 penumpang beserta awak kabin langsung dievakuasi dari dalam pesawat. Kabar baiknya, tidak ada satu pun orang yang mengalami cedera dalam insiden pendaratan darurat ini.
Manajemen maskapai pun langsung menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggannya. Pihak Arik Air juga memastikan telah mengatur jadwal perjalanan lanjutan bagi para penumpang agar tetap bisa sampai ke tujuan akhir mereka.
Otoritas penerbangan tidak tinggal diam melihat peristiwa ini. Nigerian Safety Investigation Bureau (NSIB) bergerak cepat memulai penyelidikan. Bimbo Oladeji, Direktur Public Affairs and Family Assistance NSIB, mengungkapkan bahwa hasil observasi awal cukup mencengangkan.
Pemeriksaan visual awal menunjukkan adanya kerusakan signifikan pada mesin kiri yang terdampak ledakan. NSIB berkomitmen untuk merilis laporan awal dalam waktu 30 hari sesuai dengan ketentuan ICAO Annex 13. Sementara itu, laporan akhir yang lebih mendalam akan dipublikasikan setelah seluruh rangkaian investigasi teknis rampung dilakukan.
Insiden mesin meledak ini menambah daftar panjang tantangan keselamatan di industri penerbangan global tahun ini. Meskipun evakuasi berhasil tanpa korban, kerusakan mesin yang signifikan tetap menjadi perhatian serius bagi otoritas keselamatan udara di Nigeria maupun internasional. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media