Megapolitan . 13/02/2026, 11:29 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Admin
fin.co.id - Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dikenal sebagai pusat ekonomi nasional dengan kepadatan penduduk sangat tinggi.
Namun di balik pesatnya pembangunan dan urbanisasi, tersimpan potensi ancaman geologi yang tak bisa diabaikan: Sesar Cisadane.
Struktur patahan aktif ini membentang dari Bogor hingga Tangerang dan berada di bawah kawasan urban padat.
Sejumlah hasil survei geologi terbaru, termasuk pemetaan dengan teknologi LiDAR, mengindikasikan adanya aktivitas tektonik signifikan di sepanjang jalurnya. Jika terjadi gempa, dampaknya berpotensi dirasakan jutaan warga Jabodetabek.
Sesar Cisadane merupakan sesar mendatar (strike-slip fault) berorientasi Tenggara–Barat Laut. Jalurnya mengikuti aliran Sungai Cisadane dan melintasi wilayah strategis seperti Bogor, Cibinong, Tangerang Selatan, hingga Tangerang.
Keberadaannya menambah daftar patahan aktif yang mengelilingi Jakarta, termasuk:
Kombinasi sesar-sesar ini membentuk sistem tektonik kompleks yang meningkatkan potensi risiko gempa di kawasan metropolitan terbesar di Indonesia.
Berdasarkan temuan Badan Geologi Kementerian ESDM, aktivitas sesar dapat diamati di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor.
Salah satu bukti paling mencolok adalah terpisahnya:
Gunung Nyungcung tersusun dari batuan pasir gampingan yang dulunya merupakan dasar laut dan terangkat akibat proses tektonik.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media