Nasional . 13/02/2026, 23:00 WIB

Upaya Kurangi Interaksi Negatif Satwa, 79,92 Km Kawat Kejut Gajah Dibangun di Aceh Timur

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Sebagai upaya mitigasi atau mengurangi interaksi negatif satwa dilindungi, terutama gajah dengan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Pemerintah Kecamatan Peunaron membangun 79,92 kilometer kawat kejut gajah di wilayah pedalaman.

Menurut Camat Peunaron, Muhammad Ishak, kawat kejut dengan panjang puluhan kilometer tersebut dibangun tersebar di enam desa atau gampong di Kecamatan Peunaron dan Kecamatan Serbajadi.

"Pembangunan kawat kejut gajah tersebut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Forum Konservasi Leuser," ujar Ishak, Jumat, 13 Februari 2026, dikutip Antara.

Ia juga menjelaskan, kawat kejut gajah dibangun melintasi dua kecamatan yakni Peunaron dan Serbajadi. Kecamatan Peunaron meliputi Gampong Sri Mulya sepanjang 11,5 kilometer, Gampong Arul Pinang dengan panjang 30,71 kilometer.

Kemudian, Desa Peunaron sepanjang 9,26 kilometer, Desa Peunaron Baru dengan panjang 56,83 kilometer. Serta di Kecamatan Serbajadi meliputi Gampong Bunin dengan panjang 9,72 kilometer dan Gampong Arul Duren sepanjang 13,37 kilometer.

Pemerintah Daerah Bangun Posko Pengaduan Konflik Satwa

Menanggapi persoalan konflik antara manusia dan satwa liar, Ishak menyampaikan bahwa pihaknya telah mendirikan posko pengaduan khusus. Langkah ini diambil setelah mencermati konflik yang berlangsung cukup lama di kawasan Peunaron, terutama yang melibatkan gajah.

"Selain gajah, juga ada interaksi negatif harimau yang dilaporkan kerap memangsa ternak masyarakat. Ini menjadi dasar kami membuka posko pengaduan konflik satwa," katanya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk turut berperan aktif mendukung keberadaan posko tersebut. Posko pengaduan konflik satwa yang berlokasi di Kantor Kecamatan Peunaron diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat pelaporan sekaligus menjadi tahap awal upaya mitigasi guna mencegah timbulnya korban, baik dari kalangan masyarakat maupun satwa yang dilindungi.

"Kami berharap kawat kejut gajah yang segera dibangun di wilayah Peunaron, menjadi pembatas bagi gajah agar tidak mengganggu lahan pertanian dan perkebunan masyarakat," lanjut Ishak.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com