Hukum dan Kriminal . 13/02/2026, 08:45 WIB

Wakafkan Hidup Bela Anak, Ahmad Doli Sambangi KPAI Usut Skandal Pencabulan 12 Bocah di Asahan

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id – Anggota DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengambil langkah tegas untuk mengawal kasus kekerasan seksual yang menimpa 12 anak di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI ini menyambangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melaporkan langsung tindakan biadab yang diduga melibatkan seorang pemuka agama tersebut.

Kedatangan politikus Partai Golkar ini merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap warga di daerah pemilihannya. Doli mengaku sangat terpukul setelah menerima laporan langsung dari orang tua korban yang menyebutkan anak-anak mereka menjadi sasaran aksi asusila.

"Saya menunaikan janji untuk mengadukan tindak kekerasan seksual yang dialami warga di kampung halaman saya. Sebagai wakil rakyat, saya memiliki kewajiban menyuarakan penderitaan masyarakat," tegas Doli di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Februari 2026.

Kekhawatiran Doli didasari oleh data yang menunjukkan tren peningkatan kasus kekerasan anak setiap tahunnya. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), rata-rata terjadi peningkatan seribu kasus per tahun. Pada 2024 saja, tercatat ada sekitar 11.700 laporan kekerasan seksual.

Anggota Presidium KAHMI ini menilai angka tersebut hanyalah fenomena gunung es yang belum mengungkap realita sebenarnya di lapangan. Ia mengkhawatirkan masih banyak korban yang tidak berani melapor karena berbagai faktor.

"Ini tindakan biadab yang merusak masa depan bangsa. Saya mewakafkan hidup saya untuk melawan perilaku ini dan membela nasib anak-anak Indonesia," tuturnya dengan nada prihatin.

Doli juga mendesak pihak kepolisian agar memberikan perhatian khusus dan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku pencabulan di Asahan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk memutus rantai kekerasan terhadap anak yang semakin eskalatif.

"Anak-anak adalah wajah masa depan kita. Jika kita membiarkan mereka dirusak, artinya kita membiarkan masa depan bangsa ini hancur," pungkasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com