Pendidikan . 14/02/2026, 16:46 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pemahaman konsep, bukan hafalan
Kemampuan berpikir kritis
Problem solving
Kreativitas siswa
Menurut Mu’ti, kualitas capaian pendidikan nasional masih perlu ditingkatkan, sehingga perubahan harus dimulai dari metode pembelajaran.
“Kami ingin memperbaiki dari hulunya, yaitu dari pendekatan pembelajarannya,” ujarnya.
Program pelatihan deep learning tidak hanya menyasar kepala sekolah, tetapi seluruh guru di Indonesia.
Pelatihan akan dilakukan secara bertahap hingga merata, mencakup berbagai jenjang pendidikan dan mata pelajaran.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan transformasi pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Di sisi lain, pemerintah juga menjalankan program peningkatan kompetensi dan kualifikasi akademik guru.
Bagi guru yang belum memiliki ijazah minimal Diploma IV (D4) atau Strata 1 (S1), pemerintah membuka kesempatan melanjutkan pendidikan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program ini memungkinkan pengalaman mengajar guru dikonversi menjadi satuan kredit akademik.
Kuota peserta program RPL meningkat signifikan.
Tahun 2025: 12.500 guru
Tahun 2026: 150.000 guru
Peserta berasal dari seluruh jenjang pendidikan dan semua mata pelajaran.
Peningkatan kuota ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas tenaga pendidik nasional. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media