Megapolitan . 15/02/2026, 19:11 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Banjir di Jakarta hingga Awal Ramadan, Hujan Lebat 15–21 Februari

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Warga Ibu Kota diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan lebat yang diprakirakan terjadi hingga awal Ramadan. Kondisi cuaca ekstrem ini berisiko memicu banjir dan gangguan aktivitas masyarakat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur Jakarta pada 15–18 Februari 2026. Cuaca ekstrem tersebut tidak hanya terjadi di wilayah DKI Jakarta, tetapi juga meluas ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Pada 15–16 Februari, potensi hujan lebat diperkirakan melanda Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.

Memasuki 17–18 Februari, kondisi serupa masih berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Sementara pada 19 Februari, hujan lebat diprakirakan masih berlangsung di Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Papua Pegunungan. Adapun pada 20–21 Februari, potensi hujan lebat masih membayangi Sumatra Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan, sehingga mempercepat pertumbuhan awan konvektif di Indonesia bagian barat dan selatan.

Fenomena tersebut turut diperkuat oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di fase Samudra Hindia, serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang memicu perlambatan serta belokan angin (konvergensi), terutama di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

“Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang sepanjang 15–21 Februari 2026,” ujar Andri, Minggu, 15 Februari 2026.

Sementara itu, Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi.

Ia menekankan agar pemerintah daerah bersama instansi terkait memperkuat langkah mitigasi sesuai tingkat risiko dan karakteristik wilayah masing-masing.

BMKG juga mengimbau masyarakat, khususnya di daerah rawan banjir dan longsor, untuk tetap waspada tanpa panik serta menghindari aktivitas di bantaran sungai, lereng rawan longsor, maupun kawasan yang berpotensi tergenang.

Pengguna transportasi, nelayan, operator pelayaran, dan penerbangan diminta rutin memantau informasi cuaca sebelum beraktivitas demi menjaga keselamatan perjalanan. Informasi terbaru dapat diakses melalui kanal resmi BMKG.

Cahyono/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com