Ekonomi . 15/02/2026, 18:09 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Ketiga, pengembangan data center platform skala besar. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan operator telekomunikasi global terkemuka, menjawab kebutuhan ekonomi digital yang kian meningkat.
Keempat, proyek hilirisasi energi masa depan. Inisiatif ini mencakup pengembangan produk bernilai tambah seperti bioethanol, bioavtur, dan Dimethyl Ether (DME), membuka potensi baru di sektor energi bersih.
Kelima, penguatan industri pangan nasional. Fokusnya meliputi seluruh rantai nilai, mulai dari sektor peternakan unggas (poultry) hingga industri pengolahan garam, memastikan ketersediaan pangan berkualitas bagi masyarakat.
Rosan kembali menegaskan bahwa hilirisasi industri tetap memegang peranan sentral sebagai motor penggerak utama perekonomian Indonesia. Pada tahun 2025, sektor hilirisasi saja telah menyumbang Rp584,1 triliun, atau sekitar 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional. Namun, Danantara Indonesia melihat potensi yang jauh lebih besar untuk digali.
"Secara keseluruhan, pipeline proyek hilirisasi lintas sektor memiliki potensi investasi sekitar USD 26 miliar dan diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 600 ribu lapangan kerja langsung maupun tidak langsung," tambah Rosan.
Dengan upaya membangun kemitraan strategis bersama sovereign wealth fund dan berbagai lembaga keuangan internasional, Danantara Indonesia sangat optimis bahwa Indonesia mampu memanfaatkan momentum investasi ini. Transformasi momentum menjadi kesejahteraan masyarakat yang nyata adalah tujuan akhir. Kini, tugas besar menanti untuk memastikan aliran dana ribuan triliun tersebut tersalurkan secara efektif ke sektor-sektor industri yang produktif dan berkelanjutan. - Bianca Khairunnisa/Disway -
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media