Nasional . 17/02/2026, 14:23 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Pemerintah memastikan telah mengalokasikan anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 dengan nilai mencapai Rp55 triliun. Dana tersebut diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk PNS, PPPK, prajurit TNI, anggota Polri, hakim, hingga pensiunan.
Pencairan THR direncanakan berlangsung pada awal bulan Ramadan 2026, sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Idulfitri.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Purbaya Yudhi Sadewa seusai menghadiri acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Meski belum menyebut tanggal pasti pencairan, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah menargetkan penyaluran dilakukan sejak awal puasa.
“Tanggal pastinya belum, tapi harapannya di awal Ramadan THR sudah bisa disalurkan,” ujar Purbaya.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, anggaran THR 2026 mengalami kenaikan signifikan. Pada 2025, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp49,9 triliun untuk THR aparatur negara.
Artinya, terjadi peningkatan lebih dari Rp5 triliun pada 2026, sejalan dengan komitmen pemerintah menjaga kesejahteraan aparatur sekaligus menopang konsumsi domestik.
Mengacu pada skema tahun-tahun sebelumnya, penerima THR 2026 diperkirakan mencakup:
Pada 2025, jumlah penerima THR mencapai sekitar 9,4 juta orang. Angka tersebut diperkirakan tidak jauh berbeda pada 2026.
Pencairan THR ASN setiap tahun menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong konsumsi rumah tangga.
Momentum awal Ramadan dipilih agar aparatur negara memiliki ruang finansial lebih longgar untuk kebutuhan puasa dan Lebaran.
Selain membantu keluarga ASN, kebijakan ini juga berdampak langsung pada sektor ritel, UMKM, dan jasa yang biasanya mengalami lonjakan aktivitas ekonomi jelang Idulfitri.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media