Viral . 17/02/2026, 11:11 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id - Gelaran Medali Spectacular Carnival (MSC) 2026 di Kabupaten Mojokerto mendadak viral di jagat maya, namun bukan karena prestasinya. Karnaval budaya yang berlangsung di Desa Medali, Kecamatan Puri ini memicu gelombang protes warganet setelah puluhan sound horeg miliknya terus berdentum kencang hingga menjelang waktu salat subuh.
Di balik polusi suara yang dikeluhkan tersebut, acara ini ternyata menelan biaya yang fantastis. Panitia menaksir total dana yang berputar dalam karnaval tersebut mencapai Rp 1,6 miliar. Angka tersebut berasal dari patungan 32 regu peserta yang terdiri dari tingkat RT, Karang Taruna, pelaku UMKM, hingga Pemerintah Desa Medali.
Kepala Desa Medali, Miftahuddin, menjelaskan bahwa setiap kelompok peserta rata-rata merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah untuk menyewa perangkat suara raksasa dan penari.
"Kalau rata-rata per peserta menghabiskan Rp 50 juta, tinggal dikalikan saja dengan 32 kelompok. Totalnya mencapai Rp 1,6 miliar," ujar Miftahuddin, Senin 16 Februari 2026.
Sayangnya, kemeriahan yang dimulai sejak Sabtu siang tersebut kehilangan kontrol waktu. Durasi acara yang semula terjadwal selesai pada malam hari, justru molor jauh hingga dini hari. Suara dentuman bass yang ekstrem dilaporkan masih terdengar hingga pukul 04.00 WIB, yang memicu kemarahan publik di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Puri AKP Sutakat angkat bicara mengenai jebolnya izin keramaian. Pihak kepolisian sebenarnya hanya memberikan izin operasional hingga pukul 23.00 WIB. Namun, membeludaknya jumlah peserta dan antusiasme massa di lapangan membuat panitia kesulitan menghentikan acara tepat waktu.
"Karena peserta terlalu banyak sehingga jadwal molor. Kami sudah mengingatkan panitia saat waktu habis, namun mereka memohon karena rangkaian belum selesai. Akhirnya setelah berkomunikasi dengan warga setempat, acara berlanjut hingga jam 4 pagi," jelas Sutakat.
Meski pihak desa menganggap ini sebagai bentuk pelestarian budaya dan hiburan rakyat, kejadian ini menjadi catatan merah bagi otoritas keamanan setempat. Polisi kini tengah mengevaluasi izin penggunaan sound horeg dalam skala besar di masa mendatang guna mencegah gangguan ketertiban umum serupa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media