Pendidikan . 17/02/2026, 12:48 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pendaftaran seleksi tersebut dijadwalkan ditutup pada 15 Februari 2026. Pemerintah mengajak para guru berprestasi dari seluruh Indonesia untuk ikut ambil bagian dalam program prioritas nasional ini.
Stella menegaskan bahwa, Sekolah Garuda dirancang khusus untuk dihuni oleh talenta pendidik terbaik bangsa.
Karena itu, proses seleksi akan menitikberatkan pada rekam jejak prestasi, kompetensi akademik, serta kesiapan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan unggulan.
Program ini berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang saat ini tengah merancang ekosistem pendidikan berstandar global di Indonesia.
Menariknya, pemerintah memberikan kelonggaran dalam persyaratan administrasi, khususnya terkait kemampuan bahasa Inggris.
Calon pendaftar yang belum memiliki sertifikat IELTS atau TOEFL tetap diperbolehkan mendaftar terlebih dahulu.
Hasil tes kemampuan bahasa dapat disusulkan kemudian, bahkan sertifikat yang sudah kedaluwarsa masih bisa digunakan sebagai indikator awal.
“Kami hanya ingin mengetahui kemampuan Anda di dalam bahasa Inggris, karena guru-guru perlu bisa berbahasa Inggris,” jelas Stella.
Selain itu, perbedaan rumpun ilmu dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga tetap dapat diakomodasi selama latar belakang keilmuannya relevan dengan kebutuhan pengajaran.
Program Sekolah Garuda disebut merupakan amanah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Tujuan utamanya adalah membuka akses pendidikan berkualitas tinggi bagi putra-putri terbaik Indonesia dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.
Dalam konsepnya, sekolah ini akan menjadi pusat pembinaan talenta unggul yang diproyeksikan mampu bersaing di tingkat global, baik dalam sains, teknologi, maupun kepemimpinan.
“Guru adalah kunci keberhasilan program ini dan kami memberikan yang terbaik,” tegas Stella.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media