Nasional . 19/02/2026, 14:43 WIB

Menhaj RI dan Saudi Sepakat, Haji 2026 Fokus pada Pelayanan Tamu Allah

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Komitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji kembali ditekankan dalam pertemuan khusus antara Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), Mochamad Irfan Yusuf, dan Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Taufiq F. Al-Rabiah, yang digelar pada 16–17 Februari 2026 di Kantor Dagang Arab Saudi.

Pertemuan dua hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi bilateral dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah tahun 1447 H/2026 Masehi. Kedua menteri sepakat bahwa keberhasilan pelayanan jemaah adalah tanggung jawab bersama.

“Kesuksesan dalam melayani tamu Allah bukan hanya keberhasilan satu pihak, melainkan tanggung jawab kolektif. Karena itu, seluruh kendala dalam persiapan penyelenggaraan haji tahun ini harus kita inventarisir dan carikan solusi bersama,” ujar Menteri Haji RI, Mochamad Irfan Yusuf, dalam keterangan pers, Kamis, 19 Februari 2026.

Gus Irfan, sapaan akrabnya, menekankan beberapa catatan strategis terkait layanan, mulai dari penguatan sistem Nusuk, pengelolaan DAM, akomodasi, transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, hingga integrasi layanan pendukung lainnya. Semua aspek ini menjadi perhatian kedua belah pihak untuk memastikan pelayanan haji berjalan efektif, terukur, dan humanis.

“Kami bersepakat, tidak ada agenda lain selain menyukseskan haji tahun 2026. Energi, perhatian, dan kerja sama kita diarahkan sepenuhnya untuk itu,” tegas Menhaj RI.

Sementara itu, Menhaj Arab Saudi, Taufiq F. Al-Rabiah, menegaskan komitmen kolaboratif dengan menyatakan, “Your success, my success. We must be success.” Pernyataan ini menjadi simbol kesepahaman bahwa keberhasilan pelayanan jemaah Indonesia merupakan bagian dari kesuksesan pelayanan haji secara global.

Rangkaian pertemuan diawali dengan simposium dan workshop yang mempertemukan asosiasi travel Indonesia dengan berbagai syarikah Arab Saudi. Forum ini membahas peran dan tanggung jawab masing-masing pihak untuk memastikan standar pelayanan terbaik bagi jemaah serta memperkuat koordinasi teknis di lapangan.

Selain aspek teknis, Menhaj Taufiq mendorong penguatan kerja sama di bidang pariwisata dua arah. “Kami berharap kunjungan wisata dari masyarakat Arab Saudi ke Indonesia dapat meningkat secara signifikan. Hubungan haji dan umrah dapat menjadi jembatan yang mempererat interaksi sosial, ekonomi, dan budaya kedua negara,” ujarnya.

Kedua belah pihak juga sepakat mengembangkan interoperabilitas sistem digital haji dan umrah, guna mempermudah pelayanan, meningkatkan akurasi data, dan memperkuat perlindungan jemaah. Integrasi ini diharapkan menciptakan layanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Sebagai penutup, kedua menteri melaksanakan rihlah atau jaulah ke sejumlah lokasi bersejarah di dua kota suci, sebagai refleksi spiritual atas amanah besar dalam melayani jutaan tamu Allah dari seluruh dunia.

“Kami menyadari bahwa setiap kebijakan dan setiap keputusan pada akhirnya bermuara pada kenyamanan dan kekhusyukan ibadah jemaah. Amanah ini harus kita jaga bersama,” pungkas Menhaj Taufiq.

Moh Purwadi/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com