Pendidikan . 20/02/2026, 13:37 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Sebanyak 16.920 mahasiswa resmi menerima bantuan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tahap kedua tahun 2025.
Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp9 juta per semester untuk mendukung biaya pendidikan dan kebutuhan hidup selama kuliah.
Para penerima berasal dari 97 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 16 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini menyasar mahasiswa ber-KTP dan Kartu Keluarga (KK) DKI Jakarta yang tengah menempuh pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa KJMU merupakan salah satu program prioritas pemerintahannya.
“Pada hari ini saya menghadiri acara orientasi penerima KJMU tahap kedua yang jumlahnya 16.920 siswa dari berbagai perguruan tinggi,” ujar Pramono dalam Forum Orientasi Penerima Baru KJMU Tahap Kedua Tahun 2025 di Balai Kota Jakarta, dikutip Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menekankan bahwa baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, program KJMU dan KJP tidak boleh mengalami penurunan selama masa kepemimpinannya.
“Untuk KJMU maupun KJP dari segi kuantitas, kualitas, dan sebagainya saya berulang kali menyampaikan enggak boleh ada penurunan. Dan alhamdulillah kita konsisten dengan kebijakan itu,” tegasnya.
Program KJMU sendiri menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.
Menariknya, Pramono juga membuka peluang bagi mahasiswa penerima KJMU untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang lebih tinggi, selama memiliki prestasi akademik yang baik.
“Untuk KJMU sekarang ini kalau memang prestasi akademisnya bagus, anak-anak bisa melanjutkan sampai dengan S2 dan S3,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi angin segar bagi mahasiswa penerima bantuan, karena artinya dukungan pendidikan tidak berhenti di jenjang sarjana saja.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media