Megapolitan . 20/02/2026, 19:32 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, layanan ambulans di seluruh wilayah DKI Jakarta tetap aktif 24 jam penuh.
Organisasi kesehatan setempat menyiapkan jaringan ambulans yang tersebar luas dan siap respon cepat saat masyarakat membutuhkan pertolongan, bahkan pada waktu sahur dan berbuka puasa.
Kepala Unit Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) DKI Jakarta, Sulung Mulia Putra, menjelaskan bahwa total ada 98 unit ambulans yang siap melayani warga tanpa dipungut biaya di berbagai titik ibu kota.
"Kami memiliki kurang lebih sekitar 80 titik posko untuk unit ambulans. Jadi, titik-titik kami tersebar di banyak lokasi di DKI Jakarta, dan petugas memang 24 jam bersiaga," kata Kepala Unit PK3D Sulung Mulia Putra dalam siniar bertema “PK3D: Peran PK3D Jaga Jakarta Tetap Tangguh di Bulan Ramadhan" ungkap Sulung.
Lebih dari itu, sudah ada sekitar 80 posko ambulans yang beroperasi 24 jam dengan dukungan penuh petugas terlatih.
Akses layanan darurat ini bisa dilakukan melalui panggilan telepon ke 112 atau 119, serta melalui aplikasi kesehatan digital seperti JakCare, JakSehat, dan JAKI.
Setelah panggilan diterima, ambulans akan segera menjemput pasien dan dilakukan pemeriksaan oleh perawat yang bertugas sampai kondisi pasien dinilai aman atau perlu rujukan lebih lanjut ke rumah sakit atau puskesmas.
"Jadi, sudah terintegrasi. Saat pasien ditangani, membutuhkan rujukan, kami masukkan ke sistem rumah sakit atau puskesmas yang dituju. Itu sudah mengetahui bahwa pasien akan datang dan sudah approved (setuju) untuk hadir," jelasnya.
Meski layanan tetap berjalan nonstop, Sulung menyebut bahwa tren kasus kegawatdaruratan selama bulan puasa tidak mengalami lonjakan signifikan.
Bahkan di beberapa fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan RSUD, angka kunjungan justru menunjukkan tren penurunan dibanding hari biasa.
Alasan penurunan itu kemungkinan karena banyak warga yang sudah mempersiapkan kondisi kesehatan sebelum memasuki bulan puasa serta menjaga pola hidup lebih ketat saat berpuasa.
Kendati demikian, petugas tetap menyiagakan tim medis ekstra pada jam-jam sibuk berbuka puasa, karena mobilitas masyarakat lebih tinggi dan potensi kecelakaan atau gangguan kesehatan bisa meningkat.
"Biasanya, di pagi-pagi itu sahur, enggak ada biasanya (laporan kegawatdaruratan). Tetapi kami tetap siaga. Di saat buka puasa, lalu lintas mungkin lebih padat di masa Ramadhan, kami juga banyak siaga di situ," ucapnya.
Layanan ambulans Jakarta yang siap 24 jam, menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI memastikan masyarakat tetap terlindungi secara medis sepanjang Ramadhan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media