Megapolitan . 20/02/2026, 14:45 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Pemerintah Kota Tangerang memperketat pengawasan terhadap sejumlah sungai dan saluran air menyusul peningkatan debit air yang signifikan akibat curah hujan tinggi. Hingga Jumat (20/2/2026) pagi, sistem peringatan dini mencatat sejumlah titik pantau telah menyentuh status "Merah" atau "Awas", menandakan risiko banjir yang kian nyata di beberapa wilayah pemukiman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan dampak langsung dari hujan lebat yang mengguyur sejak semalam. Berdasarkan data terbaru, status siaga merata baik di wilayah barat maupun timur Kota Tangerang.
"Kami telah memberikan peringatan dini kepada masyarakat untuk segera bersiaga. Di lapangan, beberapa titik seperti Jembatan Alamanda Periuk, Taman Cibodas, dan Puri Kartika Ciledug dilaporkan sudah mulai melimpas ke jalan dan pemukiman," ujar Taufik dalam keterangan resminya di Tangerang, Jumat pagi.
Data dari Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTAU) per pukul 09.00 WIB menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Wilayah Periuk menjadi salah satu titik paling kritis, di mana Kali Ledug Alamanda tercatat setinggi 3,8 meter dan Kali Ledug Periuk mencapai 2,97 meter, keduanya berstatus awas.
Kondisi serupa terjadi di wilayah timur. Kali Angke di titik Duren Villa berada pada angka 4,44 meter dan Kali Wetan di Puri Kartika mencapai 2,07 meter dengan status awas. Di beberapa lokasi lain, seperti Jembatan Polor, air dilaporkan telah meluap melampaui tanggul.
Taufik menambahkan, Pemkot Tangerang terus melakukan pemantauan berkala sebagai langkah cepat memperkuat mitigasi. Meski intensitas hujan mulai menurun sejak pagi hari, masyarakat diimbau tidak lengah terhadap potensi banjir kiriman maupun luapan susulan.
"Kami berharap ketinggian air segera melandai. Namun, partisipasi warga sangat krusial. Kami meminta masyarakat memantau perkembangan secara mandiri melalui aplikasi Si Pantau Kota Tangerang agar langkah evakuasi mandiri bisa dilakukan lebih dini jika diperlukan," tambahnya.
Hingga saat ini, petugas dari Dinas PUPR dan BPBD Kota Tangerang masih disiagakan di lokasi-lokasi rawan untuk memantau fungsi pompa air dan memastikan saluran drainase tidak terhambat sampah guna mempercepat aliran air menuju sungai utama.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media