Ekonomi . 20/02/2026, 17:22 WIB

Gak Pakai Lama! Sekali Telepon Mentan Amran, Harga Ayam & Bawang Langsung Anjlok, Mafia Pangan Siap-Siap Disegel!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Para pemain harga di pasar pangan kini patut waspada! Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memamerkan "senjata ampuh" yang mampu menjinakkan lonjakan harga komoditas pangan dalam sekejap mata. Sebuah gebrakan luar biasa terjadi di bulan Ramadhan ini, menunjukkan keseriusan pemerintah melindungi daya beli masyarakat.

Ringkasan :

  • Mentan Amran berhasil menurunkan harga pangan secara drastis hanya dalam hitungan menit setelah koordinasi darurat.
  • Oknum spekulan yang bermain harga di bulan puasa terancam sanksi tegas, termasuk penyegelan unit usaha.
  • Pasokan pangan nasional dilaporkan melimpah, memastikan stabilitas harga beras dan komoditas lainnya.

Mentan Amran: "Telepon Sakti" Jawabannya Harga Ayam Anjlok Rp15.000/Kg!

Bayangkan ini: baru saja pagi tadi, harga ayam melambung tinggi, mencapai Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Warga menjerit, anggaran rumah tangga terancam jebol. Namun, drama ini tak berlanjut lama.

Mentan Amran, dengan sigap, langsung bertindak. Ia tak menunggu berhari-hari atau berminggu-minggu. Hanya dengan sebuah panggilan telepon ke Kepala Pasar dan mengerahkan Satgas Pangan, harga ayam yang tadinya "mencekik leher" langsung merosot tajam.

"Kami tadi pagi sebentaran rapat, mulai saya datang ke kantor dengan Kepala Pasar mengatakan bahwa harga ayam naik," ujar Mentan Amran dengan nada tegas. "Setelah kita telpon ke Kepala Pasar, harganya langsung turun dari Rp50.000 menjadi Rp25.000. Jadi ternyata telpon itu menurunkan harga Rp15.000 per kilo. Ini jangan main-main!"

Penurunan harga yang begitu cepat ini jelas membuktikan adanya praktik penimbunan atau permainan harga oleh segelintir oknum yang ingin meraup keuntungan tak wajar di tengah tingginya permintaan selama bulan suci.

Bukan Hanya Ayam: Bawang Putih dan Minyak Goreng Juga Terjepit!

Kabar baik tak berhenti pada komoditas ayam saja. Mentan Amran juga menyoroti kenaikan harga bawang putih yang sempat menyentuh angka Rp60.000 per kilogram. Berkat intervensi cepat, kini harganya sudah jauh lebih terjangkau, menyentuh angka di bawah Rp38.000.

Namun, perhatian khusus Mentan tertuju pada harga minyak goreng. Di tengah status Indonesia sebagai negara eksportir minyak goreng terbesar, harga di pasar domestik justru ditemukan melambung hingga Rp19.000 per liter. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) seharusnya berada di kisaran Rp11.700 hingga Rp15.000.

Tak main-main, Mentan Amran sampai membeli dua botol minyak goreng sebagai bukti nyata sebelum memerintahkan jajarannya untuk memproses hukum para pelaku yang nakal. Fokus penegakan hukum diarahkan pada distributor atau penyedia besar, bukan pedagang kecil di tingkat eceran.

"Kami tidak berniat untuk mengganggu bapak-bapak bisnis, tapi seluruh sektor bahan pangan harus menggunakan regulasi yang ada," tegas Mentan Amran, seraya mengingatkan bahwa kepentingan rakyat, terutama yang sedang menjalankan ibadah puasa, adalah prioritas utama.

Ancaman Penyegelan untuk Pengusaha "Nakal"

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com