Nasional . 20/02/2026, 13:00 WIB

Keracunan Massal Menimpa Siswa di Muaro Jambi Diduga Akibat MBG

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Dugaan keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa sekolah dasar di Kabupaten Muaro Jambi mulai menemui kejelasan. Hasil uji laboratorium mengindikasikan adanya cemaran bakteri patogen pada sampel makanan maupun sampel klinis.

Ketua Satgas MBG Muaro Jambi, Budhi Hartono, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, penyebab utama kasus ini diduga kuat berasal dari bakteri Staphylococcus aureus dengan kontribusi Escherichia coli (E. coli).

“Bakteri Staphylococcus aureus ditemukan pada beberapa sampel makanan, seperti tahu, dan toge dari bank sampel, serta ayam suwir, dan kol dari sisa makanan siswa,” ujarnya dalam rapat evaluasi, Kamis, 19 Februari 2026.

Sementara itu, bakteri E. coli terdeteksi pada sampel bihun yang merupakan sisa konsumsi siswa kelas 1 hingga 3. Bahkan, pada sampel ayam suwir dari bank sampel ditemukan kombinasi kedua bakteri tersebut.

Tak hanya pada makanan, temuan juga muncul dari hasil pemeriksaan klinis. Sampel feses seorang siswa berusia tujuh tahun dinyatakan positif E. coli, memperkuat dugaan bahwa paparan bersumber dari pangan yang terkontaminasi.

Selain faktor makanan, kualitas air yang digunakan turut menjadi sorotan. Hasil uji terhadap air sumur bor menunjukkan total coliform mencapai 33 CFU per 100 ml, melampaui ambang batas yang diperbolehkan. Kandungan mangan dalam air juga tercatat sebesar 0,74 mg/l.

Tim pemeriksa menyimpulkan pola kejadian mengarah pada common source outbreak, yakni wabah yang berasal dari satu sumber paparan yang sama. Lonjakan kasus dalam waktu singkat mengindikasikan kemungkinan kontaminasi terjadi saat proses pengolahan atau distribusi makanan sebelum dikonsumsi.

Secara umum, Staphylococcus aureus kerap berasal dari tangan atau peralatan yang kurang higienis, sedangkan E. coli biasanya berkaitan dengan sanitasi lingkungan yang tidak memadai.

Satgas MBG merekomendasikan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan makanan, kebersihan dapur, serta kualitas air yang digunakan. Rekomendasi tersebut juga telah disampaikan kepada yayasan penyelenggara, Aziz Rukiyah Amanah, termasuk perlunya peningkatan pengawasan dapur dan penerapan standar keamanan pangan yang lebih ketat.

"Pengawasan harian oleh petugas di lokasi produksi harus diperkuat agar seluruh proses berjalan sesuai prosedur," kata Budhi.

Terkait kemungkinan penghentian kerja sama atau penggantian pengelola, Budhi menegaskan kewenangan tersebut berada di tingkat pusat.

“Satgas hanya menyampaikan hasil pemeriksaan dan rekomendasi. Keputusan akhir sepenuhnya kewenangan BGN Pusat,” tegasnya.

Setya Novanto/Jambi Ekspres

 

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com