Politik . 23/02/2026, 19:46 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
"Pakar-pakar paru anak IDAI langsung menghubungi beliau (Wamenkes Dante) dan kami sudah membantu habis-habisan untuk kesehatan anak Indonesia. Tapi sayangnya, perlakuan Pak Menkes sendiri terhadap kita memang berbeda pandangan," jelas Piprim menutup pembicaraan.
Klaim adanya dukungan dari dua Wamenkes terhadap pihak yang "dibuang" oleh Menkes ini tentu menjadi bola salju yang besar. Jika benar terjadi pecah kongsi di pucuk pimpinan, efektivitas program kesehatan nasional bisa menjadi taruhannya. Publik kini menantikan klarifikasi resmi dari pihak Kementerian Kesehatan terkait tuduhan serius mengenai "premanisme birokrasi" ini.
Akankah konflik ini berujung pada rekonsiliasi, atau justru semakin memperlebar jurang pemisah antara pembuat kebijakan dan organisasi profesi dokter? Satu yang pasti, nasib kesehatan anak Indonesia tidak boleh menjadi korban dari ego birokrasi. - Haysim Ashari/Disway -
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media