Megapolitan . 24/02/2026, 23:26 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Warga Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, menyuarakan penolakan terhadap operasional lapangan padel yang berdiri di Jalan Pulomas Barat II Blok A.1 Kav 69 dan Kav 70, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung.
Keberadaan tempat usaha tersebut dinilai mengganggu ketenangan lingkungan. Rudy, salah seorang warga setempat mengaku kebisingan kerap terdengar hampir setiap hari sejak pagi hingga malam hari.
"Berisik banget, hampir setiap hari dari pagi ampe malem gak berenti-berenti. Ditambah kendaraan mesin mobil yang sering keluar masuk. Biasanya mah sunyi," ungkap Rudy saat ditemui Disway Group, Selasa, 24 Februari 2026.
Selain suara aktivitas pemain, lalu lalang kendaraan yang keluar masuk kawasan perumahan turut menambah keresahan warga. Sebagai bentuk protes, warga memasang sekitar tujuh spanduk di lingkungan tersebut.
Salah satu spanduk bertuliskan, “Kami menolak keras lapangan padel berada di RT/RW 005/013. Kami menuntut lingkungan kami tenang dan nyaman”.
Warga juga menyoroti aspek perizinan. Lapangan padel yang telah berdiri sejak 2024 itu disebut belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sah dan sebelumnya sempat menerima Surat Peringatan (SP). Saat pembukaan pada November 2024, warga dan pengurus lingkungan mengaku tidak pernah dimintai persetujuan.
Merasa tidak memperoleh kejelasan, warga kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait izin pendirian bangunan tersebut.
Upaya konfirmasi kepada pihak pengelola juga belum membuahkan hasil. Saat Disway Group mendatangi lokasi untuk meminta keterangan dari pendiri Star Padel, S Steven Kurniawan, pihak pengelola tidak bersedia memberikan pernyataan.
Ketika hendak mencari informasi di lokasi, awak media sempat dihampiri petugas keamanan.
"Mau kemana mas?" tanya penjaga keamanan.
"Saya wartawan pak dari Disway.id. Star padel di mana ya pak?" jawab Disway Group.
Rafi Adhi/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media