Nasional . 26/02/2026, 23:27 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pada pertengahan Februari lalu, ratusan siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung, diduga keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rata-rata para siswa tersebut mengalami diare, sehingga tidak bisa masuk sekolah.
Diketahui, menu MBG yang dikonsumsi ratusan siswa tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan GIZI (SPPG) Sumber Rejo.
Atas insiden tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menutup sementara SPPG Sumber Rejo sampai ada tindakan steril dan renovasi pada dapur MBG.
Sampel makanan yang menyebabkan ratusan siswa keracunan itu sudah diteliti Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, sejumlah makanan yang disajikan oleh SPPG Sumber Rejo terpapar bakteri.
"Berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandarlampung menyatakan sejumlah sampel makanan dari SPPG Sumber Rejo, Kemiling, mengandung bakteri yang menyebabkan ratusan siswa di tiga sekolah keracunan," kata Kepala Dinkes Kota Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, Kamis, 26 Februari 2026, dikutip Antara.
Ia menjelaskan, sampel tumis tahu, buncis, dan wortel, ditemukan hasil positif Bacillus cereus, yakni bakteri patogen yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare.
"Kemudian pada sampel ikan dori filet terdeteksi kandungan Bacillus cereus dan Salmonella, yang juga termasuk bakteri penyebab penyakit bawaan pangan (foodborne disease)," kata dia.
Namun, lanjutnya, untuk sampel makanan lainnya seperti nasi putih, telur ceplok, saus lada hitam, timun segar, anggur, orek tempe, rebusan buncis dan wortel, salak, serta saus barbeque juga dinyatakan negatif dari parameter bakteri patogen.
"Cemaran bakteri pada makanan olahan dapat terjadi akibat proses pengolahan, penyimpanan, maupun higienitas peralatan dan bahan baku yang kurang optimal," ungkapna.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media