Nasional . 26/02/2026, 15:33 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Banyak yang bertanya-tanya mengapa bulan tidak menjadi gelap total (hitam) saat tertutup bayangan bumi. Rahasianya terletak pada atmosfer Bumi.
Saat Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, atmosfer kita menyaring sebagian besar cahaya biru dan hanya melewatkan spektrum cahaya merah. Cahaya merah ini kemudian dibelokkan (dibiaskan) ke arah Bulan.
Inilah yang membuat Bulan tampak seperti bola api yang meredup di langit malam, memberikan kesan magis yang selaras dengan kekhusyukan bulan Ramadan.
Fenomena Blood Moon di tengah Ramadan 2026 ini adalah pengingat akan kebesaran penciptaan alam semesta.
Bagi umat Muslim, ini adalah momen yang tepat untuk melaksanakan salat gerhana (Kusuf) sembari mengagumi keindahan langit yang tak biasa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media