Hukum dan Kriminal . 26/02/2026, 14:01 WIB

Tangis Pecah di DPR! Orang Tua ABK Fandi Ramadhan Bongkar Jebakan Batman di Thailand, Nyawa Anak Jadi Taruhannya!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Suasana ruang rapat Komisi III DPR RI mendadak mencekam dan penuh haru pada Kamis, 26 Februari 2026. Isak tangis Nirwana, ibu dari Fandi Ramadhan, pecah saat ia membeberkan kronologi memilukan yang menyeret putranya ke jurang eksekusi mati. Fandi, seorang Anak Buah Kapal (ABK), kini tengah berjuang melawan tuntutan hukuman mati setelah terjerat kasus penyelundupan narkotika dalam jumlah fantastis.

Kasus ini seolah menjadi pengingat keras bagi siapa pun yang bermimpi mengadu nasib di negeri orang. Cerita Nirwana mengungkap adanya dugaan "jebakan batman" dalam perekrutan tenaga kerja kapal. Niat hati ingin memperbaiki ekonomi keluarga dengan melamar kerja di kapal kargo, Fandi justru berakhir di balik jeruji besi dengan vonis paling menakutkan bagi manusia. Simak kesaksian lengkapnya yang bikin bulu kuduk merdeka berikut ini!

Lamar Kapal Kargo, Malah Berujung di Kapal Tanker Misterius

Nirwana menceritakan bahwa awalnya sang anak melamar pekerjaan secara legal untuk kapal kargo yang berlayar di Thailand. Harapan besar terpancar saat Fandi berangkat. Namun, kejanggalan mulai muncul saat Fandi tiba di Thailand. Bukannya langsung naik kapal, ia justru diminta menunggu lama di hotel. "Anak saya bertanya, 'Kok kita enggak naik-naik, Kep?'. Bilangnya, dibilang kapten, 'Kita menunggu kapal yang ditawari sama kita, kapal kargo'," ujar Nirwana dengan suara bergetar di hadapan para wakil rakyat.

Kekagetan luar biasa melanda keluarga saat mendengar Fandi tertangkap karena membawa barang terlarang. Nirwana menegaskan bahwa dalam kontrak kerja yang ditandatangani anaknya, posisi kerja adalah di kapal kargo, bukan kapal tanker. "Kok bisa dia bawa narkoba? Kapalnya kok bisa jadi kapal tanker? Dijanjikan kapal kargo," ucapnya penuh keheranan.

Kesaksian Fandi: Curiga Barang Haram Dikira Bom

Berdasarkan pengakuan Fandi kepada ibunya, pemuda malang ini sama sekali tidak mengetahui isi muatan yang ia angkat. Kecurigaan sebenarnya sudah muncul saat kapten kapal memerintahkan kru untuk mengangkut kotak-kotak misterius. Fandi merasakan firasat buruk dan sempat memperingatkan rekan-rekannya sesama pelaut.

Nirwana menirukan ucapan anaknya yang merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan muatan tersebut. "Ini tak betul lagi. Masa kapalnya bawa ini kotak-kotak? Ini tak betul lagi. Mana tahu ini isinya bom," cerita Nirwana mengutip kekhawatiran Fandi kala itu. Sayangnya, ketidaktahuan ini justru berbuah pahit saat aparat melakukan penangkapan. Fandi baru menyadari bahwa kotak-kotak yang ia angkat berisi narkotika setelah polisi membongkarnya.

“Setelah penangkapan barulah tahu saya itu bawa narkoba,” kata Nirwana menirukan ucapan lirih anaknya dari balik jeruji besi.

Kejanggalan Copot Bendera: Fandi Sempat Menolak Perintah Kapten

Drama di tengah laut tidak berhenti di situ. Fandi kembali mencium gelagat aneh saat kapten memerintahkan kru untuk mencopot bendera kapal saat sedang berlayar. Sebagai pelaut, Fandi tahu betul bahwa tindakan tersebut melanggar aturan pelayaran internasional. Ia sempat mempertanyakan alasan di balik perintah mencurigakan itu.

Meski kapten berusaha meyakinkan bahwa bendera hanya akan diganti, Fandi tetap merasa tidak sanggup melakukannya. "Anak saya enggak sanggup mencopot bendera itu. Akhirnya diganti sama Leo. Enggak lama, kami dapat kabar kapal itu tertangkap," tutur Nirwana. Fakta-fakta ini kabarnya telah terungkap dan diakui oleh para saksi, termasuk sang kapten, dalam persidangan.

Mohon Keadilan: "Beri Anak Saya Kesempatan Hidup"

Suleman, ayah Fandi, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut tak mampu berkata banyak. Dengan wajah penuh duka, ia hanya menyampaikan permohonan singkat namun mendalam kepada pimpinan Komisi III DPR RI. Ia berharap ada titik terang keadilan bagi anaknya yang menurutnya hanyalah korban dari skenario besar mafia narkoba.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com