Megapolitan . 01/03/2026, 16:42 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana meningkatkan sistem keamanan di sejumlah taman dan hutan kota dengan memasang lampu sorot LED serta menambah kamera pengawas (CCTV).
Langkah tersebut ditempuh agar ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta tidak lagi dimanfaatkan untuk kegiatan asusila. Sebelumnya, Hutan Kota Cawang di Jakarta Timur ramai diperbincangkan karena diduga dipakai untuk aktivitas mesum sesama jenis oleh kelompok Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT).
Sebagai upaya pencegahan, Pemprov DKI juga akan memangkas pepohonan yang terlalu rimbun guna mengurangi area gelap di dalam taman dan hutan kota. Selain itu, akses masuk yang tidak resmi di sekitar lokasi turut ditutup untuk membatasi pergerakan yang tidak terpantau.
"Revitalisasi fisik pasang lampu terang, pangkas pohon, hilangkan spot gelap. Penutupan akses ilegal (contoh: Taman Kota Cawang ditutup permanen celah masuk)" kata Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim dalam keterangannya pada Minggu, 1 Maret 2026.
Pengawasan juga diperkuat lewat patroli gabungan Satpol PP bersama TNI dan Polri yang akan digelar rutin pada malam hari untuk mendeteksi sekaligus menindak pelanggaran. Pemantauan kawasan taman dilakukan tanpa henti melalui CCTV yang dipasang di sejumlah titik strategis.
Di samping itu, pemerintah daerah menggandeng masyarakat dalam pengawasan, baik melalui edukasi maupun penerapan hukum terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan fungsi taman.
"Fokus pencegahan dini melalui monitoring berkelanjutan dan laporan warga. Kami terus tingkatkan upaya agar RTH tetap aman dan nyaman bagi warga," pungkasnya.
Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan unggahan yang menyebut Hutan Kota Cawang disalahgunakan untuk aktivitas asusila sesama jenis. Dalam video yang diunggah akun Instagram @jktinformasi.news, tampak empat pemuda memasuki area hutan kota melalui celah sempit pada tengah malam.
Perekam video mengatakan jika aktivitas tidak wajar tersebut terjadi hampir setiap malam saat dini hari.
"Mereka masuk ke taman tuh ya, masuk ke taman sana tuh nggak tau mereka tuh ngapain," kata perekam video.
Warga sekitar juga mengaku menemukan alat kontrasepsi serta botol minuman keras di area tersebut.
Cahyono/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media