Internasional . 02/03/2026, 06:04 WIB

Diserang Empat Rudal Iran, Kapal Induk AS Abraham Lincoln Kabur ke Samudera Hindia

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Garda Revolusi Iran mengumumkan serangan terhadap kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln. Klaim ini muncul di tengah eskalasi konflik menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dalam pernyataan resminya, Garda Revolusi Iran menyebut kapal induk tersebut menjadi target rudal balistik yang diluncurkan sebagai bagian dari respons militer Teheran. Informasi ini disampaikan melalui media lokal Iran dan dikutip oleh Aljazeera pada Minggu 1 Maret 2026.

Serangan ini diklaim sebagai balasan langsung atas operasi militer besar-besaran yang dilakukan AS dan Israel sehari sebelumnya. Situasi pun semakin menegaskan bahwa konflik telah memasuki babak yang lebih luas dan berisiko tinggi bagi stabilitas regional.

Klaim Empat Rudal Balistik Menghantam Kapal Induk

Dalam pernyataannya, Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa kapal induk milik Angkatan Laut AS itu telah menjadi sasaran serangan langsung.

"Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik," kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media lokal,dilansir Aljazeera, Minggu.

Pernyataan tersebut tidak disertai rincian lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan yang ditimbulkan ataupun dampak strategis dari serangan itu.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer Amerika Serikat terkait klaim tersebut, termasuk soal kemungkinan adanya korban jiwa atau kerusakan. Namun kapal induk dengan luas 333 meter itu dilaporkan balik arah tinggalkan kawasan teluk menuju Samudera Hindia.

Ancaman Meluas ke Darat dan Laut

Selain mengumumkan serangan terhadap USS Abraham Lincoln, Garda Revolusi Iran juga menyampaikan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh mereka. Mereka menyebut wilayah daratan dan lautan dapat berubah menjadi kuburan bagi lawan-lawannya.

Pernyataan ini mempertegas nada ancaman yang disampaikan Teheran di tengah meningkatnya konfrontasi militer. Retorika keras tersebut juga menunjukkan bahwa Iran tidak menutup kemungkinan melakukan aksi lanjutan di berbagai medan, baik di darat maupun di laut.

Sebagaimana diketahui, USS Abraham Lincoln telah beroperasi di Laut Arab sejak akhir Januari. Kehadiran kapal induk tersebut di kawasan itu sebelumnya memang dikaitkan dengan meningkatnya tensi antara Washington dan Teheran.

Operasi Epic Fury dan Gelombang Serangan Balasan

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran dalam operasi yang diberi nama Epic Fury pada Sabtu (28/2). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah petinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, serta ratusan warga Iran lainnya.

Kematian pemimpin tertinggi Iran itu menjadi titik balik eskalasi konflik. Tak lama setelah serangan tersebut, Iran langsung meluncurkan aksi balasan pada Sabtu (28/2) dan berlanjut pada Minggu 1 Maret 2026.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com