Megapolitan . 02/03/2026, 14:15 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan ketersediaan bahan pangan strategis di Ibu Kota tetap terjaga, meskipun situasi geopolitik tengah memanas akibat konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Persediaan dipastikan mencukupi hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Karena itu, Pemprov mengimbau warga untuk tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan terhadap kebutuhan pokok.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyampaikan bahwa berdasarkan proyeksi kebutuhan dan ketersediaan, seluruh komoditas utama berada dalam kondisi aman.
"Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, 2 Maret 2026.
Elisabeth mengakui dinamika global berpotensi memengaruhi harga barang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov DKI telah melakukan perhitungan kebutuhan secara rinci selama Ramadan hingga Idulfitri.
Selama Ramadan, konsumsi sejumlah komoditas memang meningkat. Kebutuhan telur ayam diperkirakan naik sekitar 7,5 persen, disusul daging sapi atau kerbau serta bawang putih yang meningkat sekitar 3,5 persen.
Meski demikian, cadangan beras tercatat lebih dari 100 ribu ton, jauh di atas estimasi kebutuhan yang berkisar 68 ribu ton. Stok daging ayam dan sapi juga disebut melebihi kebutuhan bulanan. Begitu pula gula pasir dan minyak goreng yang tersedia dalam jumlah puluhan ribu ton dan dinilai aman.
Memasuki periode menjelang Idulfitri pada Maret ini, lonjakan konsumsi diproyeksikan lebih tinggi. Data sementara menunjukkan kenaikan terbesar terjadi pada telur ayam yang melonjak lebih dari 17 persen, diikuti daging ayam serta bawang merah yang meningkat di atas 10 persen.
Namun demikian, stok beras tercatat melampaui 136 ribu ton atau hampir dua kali lipat dari kebutuhan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, hingga hortikultura juga memiliki cadangan penyangga yang mencukupi.
Untuk menjaga stabilitas, Pemprov DKI memperkuat koordinasi dengan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, serta pemerintah pusat guna memastikan distribusi berjalan lancar di pasar tradisional maupun ritel modern.
"Kami juga akan intensifikasi proses monitoring harga di lapangan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, kami segera lakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD," jelasnya.
Elisabeth kembali mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia memastikan pasokan kebutuhan pokok strategis hingga Idulfitri dalam kondisi aman.
"Komitmen kami jelas, menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman," pungkasnya.
Cahyono/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media