Politik . 02/03/2026, 17:15 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Admin
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama dua menteri strategis di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (waktu setempat), guna membahas dampak krisis Timur Tengah terhadap ketahanan pangan dan energi nasional.
Dua menteri yang dipanggil yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Rapat ini menjadi langkah cepat pemerintah dalam mengantisipasi potensi gejolak global, terutama setelah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berimbas pada distribusi energi dan stabilitas pasokan pangan dunia.
Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan bahwa fokus pembahasan kemungkinan besar terkait strategi antisipasi pangan nasional di tengah ketidakpastian global.
“Kalau saya kan bidang pangan. Mungkin membahas antisipasi pangan pascaperang Timur Tengah,” ujarnya kepada wartawan sebelum memasuki ruang rapat.
Meski belum merinci isi pertemuan, Zulhas memastikan akan menyampaikan detail hasil rapat setelah agenda selesai. Langkah ini dinilai penting mengingat Indonesia masih bergantung pada sejumlah komoditas impor, baik bahan pangan maupun bahan baku produksi yang terhubung dengan rantai pasok global.
Sementara itu, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa sektor energi menjadi perhatian utama dalam rapat terbatas tersebut. Salah satu isu krusial adalah penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Selat Hormuz dikenal sebagai jalur pelayaran vital (choke point) bagi distribusi minyak mentah dunia, khususnya bagi negara-negara Asia yang menjadi tujuan ekspor utama.
“Ini menyangkut kondisi geopolitik dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Kita perlu mengantisipasi dampaknya terhadap pasokan minyak dunia, apalagi Indonesia masih melakukan impor,” jelas Bahlil.
Gangguan distribusi di jalur tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak global yang pada akhirnya bisa berdampak pada harga BBM dan stabilitas ekonomi domestik.
Krisis memuncak setelah serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat ke sejumlah wilayah Iran. Serangan tersebut dikabarkan menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Situasi semakin memanas ketika Iran melakukan serangan balasan terhadap sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Ketegangan geopolitik ini membuat banyak negara, termasuk Indonesia, meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya pada sektor strategis nasional.
Rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi dinamika global. Koordinasi lintas kementerian terus diperkuat untuk menjaga stabilitas pangan dan energi dalam negeri.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media