Internasional . 02/03/2026, 09:44 WIB

Timur Tengah Meledak! Iran Tembakkan Ratusan Rudal & Drone, Aliansi Negara Teluk Siap Balas

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Konflik di kawasan Teluk memanas setelah Republik Islam Iran melancarkan rentetan serangan rudal dan drone ke sejumlah negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Meski Teheran mengklaim target utama adalah pangkalan militer Amerika Serikat, laporan lapangan menunjukkan bahwa serangan juga menyasar fasilitas sipil dan pemukiman di berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, Oman, Qatar, dan Kuwait.

Situasi ini menjadi salah satu eskalasi paling serius dalam beberapa dekade terakhir dan memicu kekhawatiran luas terhadap stabilitas keamanan kawasan serta dampaknya terhadap pasar energi global.

Pada Minggu (1/3/2026), Arab Saudi berhasil menggagalkan serangan yang mengarah langsung ke jantung ibu kota. Sistem pertahanan udara kerajaan mencegat rudal Iran yang menargetkan Bandara Internasional Riyadh dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan.

Seorang pejabat Teluk yang berbicara kepada Agence France-Presse (AFP) menyatakan bahwa pencegatan berhasil dilakukan tanpa mengganggu navigasi penerbangan maupun menimbulkan korban jiwa.

Keberhasilan sistem pertahanan udara ini untuk sementara meredam potensi kerusakan lebih besar. Namun, ketegangan tetap tinggi karena ancaman serangan lanjutan masih terbuka.

GCC Gelar Pertemuan Darurat, Kutuk Keras Iran

Merespons agresi tersebut, para menteri luar negeri negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) menggelar pertemuan darurat luar biasa ke-50 secara virtual.

Dalam pernyataan resmi, GCC mengutuk keras pelanggaran kedaulatan oleh Iran dan menegaskan bahwa keamanan negara-negara Teluk merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Ketua Dewan Menteri GCC, Abdullatif bin Rashid Al Zayani, menegaskan bahwa negara-negara Teluk kini memiliki landasan hukum untuk melakukan aksi balasan.

Ia merujuk pada Pasal 51 Piagam PBB yang memberikan hak bela diri, baik secara individu maupun kolektif.

“Kami memiliki hak legal untuk merespons sesuai Pasal 51 Piagam PBB mengenai hak bela diri. GCC akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah dan warga negara kami,” tegas Al Zayani seperti dikutip Arab News.

Latar Belakang: Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei

Eskalasi ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Ketegangan meningkat drastis setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu sebelumnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com