Internasional . 03/03/2026, 14:20 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Kabar duka kembali datang dari Iran. Istri mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yakni Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh (79), dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif di rumah sakit akibat luka parah.
Informasi ini diberitakan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, yang menyebut Bagherzadeh menjadi salah satu korban dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu 28 Februari 2026).
Dalam laporan tersebut dijelaskan, Bagherzadeh mengalami luka berat saat serangan terjadi. Ia segera dilarikan ke rumah sakit dan berada dalam kondisi koma sejak hari kejadian.
Serangan yang sama juga menewaskan sang suami, Ayatollah Ali Khamenei, yang sebelumnya menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran. Gugurnya pasangan tersebut menjadi pukulan besar bagi elite politik dan militer Iran di tengah konflik yang masih berkecamuk.
Kepergian Bagherzadeh menambah panjang daftar korban dari lingkaran dalam kepemimpinan Iran yang terdampak langsung dalam eskalasi militer terbaru ini.
Sementara itu, dampak konflik Iran versus Amerika Serikat dan Israel terus meluas. Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran memperbarui jumlah korban akibat serangan yang terjadi sejak akhir Februari.
Per Senin (2/3/2026), dilaporkan sebanyak 555 orang tewas akibat serangan yang melanda berbagai wilayah Iran.
“Kami melaporkan ada 131 kota di penjuru Iran diserang Zionis-AS sejak Sabtu (28/2). Ada 555 kompatriot kami tewas,” ujar perwakilan Bulan Sabit Merah Iran, seperti dikutip Agence France-Presse (AFP).
Angka tersebut diperkirakan masih dapat bertambah, mengingat proses evakuasi dan pencarian korban di sejumlah wilayah masih berlangsung.
Salah satu insiden paling memilukan terjadi di wilayah Minab, Iran Selatan. Puluhan siswi sekolah dasar dilaporkan turut menjadi korban jiwa dalam serangan tersebut.
Selain itu, sekitar 160 orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur karena gempuran udara.
Serangan yang meluas ke 131 kota ini menunjukkan skala konflik yang semakin besar. Infrastruktur sipil dan fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan signifikan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media