Internasional . 03/03/2026, 14:20 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Di sisi lain, militer Amerika Serikat melalui United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi adanya korban di pihak mereka akibat serangan balasan Iran.
Dalam pernyataan resmi melalui akun X, CENTCOM menyebut tiga tentara AS tewas akibat serangan Iran. Beberapa personel lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan, namun dilaporkan dalam proses pemulihan dan sebagian telah kembali bertugas.
“Saat ini situasinya masih cair. Untuk menghormati keluarga, kami menahan informasi termasuk identitas tentara yang gugur,” demikian pernyataan CENTCOM.
Konflik bersenjata antara Iran dan koalisi AS-Israel yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026) kini memasuki fase yang semakin kompleks. Serangan awal yang menargetkan pusat komando dan sejumlah kota strategis Iran memicu balasan keras dari Teheran.
Iran sebelumnya telah meluncurkan serangan ke kota-kota penting di Israel serta menargetkan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Eskalasi ini memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan dan potensi gangguan pada jalur energi internasional. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media