Viral . 03/03/2026, 08:56 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu-ibu menghentikan prosesi pemakaman mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia meminta agar jenazah seorang warga tidak dimakamkan sebelum utang semasa hidupnya dilunasi. Peristiwa ini terjadi di Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang.
Dalam rekaman yang beredar, tampak warga sudah bersiap melakukan prosesi pemakaman. Namun suasana berubah ketika seorang emak-emak datang dan menyampaikan keberatannya di hadapan para pelayat.
"Kiaeh tak langkong, abdhinah bedeh se epadepak aginah, tak langkong (Kiai mohon maaf, Saya ada yang ingin di sampaikan mohon maaf). " ujar emak emak tersebut kepada kerumuman orang yang tazkia, seperti nampak dalam video itu.
Ia kemudian menyebut almarhumah memiliki utang dalam jumlah besar.
"Panikah almarhum andik otang, sagemik gram emas biasah, pesse lema belles juta, perkiraan duratos lema beles jutah otangah (Almarhumah ini punya hutang, 25 gram emas, uang 15 juta, diperkirakan 215 juta hutangnya)," ungkapnya.
Perempuan tersebut mengaku terpaksa menyampaikan hal itu di tengah suasana duka karena merasa pihak keluarga tidak menunjukkan tanggung jawab.
"Tak langkong jek koburagi montak tage bedeh nyandek nakpotonah maupun suaminah maupun tretannah tak langkong jek koburagi manggu petong Toron (Maaf jangan dikuburkan sebelum ada yang bertanggung jawab anaknya maupun suaminya maupun saudaranya, maaf jangan dikuburkan meskipun sampai tujuh turunan)," bebernya.
Pihak kepolisian membenarkan adanya kejadian tersebut. Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengatakan jenazah yang dimaksud berinisial SM (46). Semasa hidupnya, almarhumah diduga memiliki sejumlah tanggungan utang sehingga memicu protes dari warga yang merasa memiliki piutang.
"Sebelum keluarga almarhum menyatakan siap bertanggung jawab untuk membayar tanggungan almarhum, maka jenazah tidak boleh dikuburkan," kata Eko, Senin 2 Maret 2026.
Menurut Eko, setelah kabar meninggalnya SM karena sakit tersebar, beberapa warga yang pernah meminjamkan uang maupun emas mendatangi rumah duka untuk meminta kejelasan dari pihak suami atau anak almarhumah.
Situasi tersebut tidak berlangsung lama. Setelah dilakukan musyawarah antara keluarga dan pihak-pihak terkait, akhirnya ditemukan kesepakatan.
"Setelah bermusyawarah, pihak keluarga almarhum siap bertanggung jawab/menanggung hutang almarhum. Setelah terjadi kesepakatan, almarhum dimakamkan dengan aman dan lancar," pungkasnya. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media