Internasional . 04/03/2026, 07:22 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Ketegangan bersenjata antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran belum menunjukkan tanda mereda. Serangan dan serangan balasan terus terjadi, dengan kedua pihak sama-sama mengklaim keberhasilan operasi militer mereka.
Militer Israel menyampaikan bahwa pihaknya melancarkan serangan udara ke sejumlah titik strategis di Teheran. Target yang disebut menjadi sasaran adalah kantor kepresidenan Iran serta gedung Dewan Keamanan Nasional. Operasi itu dikatakan sebagai bagian dari rangkaian aksi militer yang terus dilakukan terhadap Republik Islam Iran.
"Angkatan Udara Israel... menyerang dan menghancurkan fasilitas di dalam kompleks kepemimpinan rezim Iran di jantung Teheran semalam," kata militer Israel, dilansir kantor berita AFP, Selasa 3 Maret 2026
"Selama serangan terhadap kompleks tersebut, sejumlah amunisi dijatuhkan ke kantor kepresidenan dan gedung Dewan Keamanan Nasional Tertinggi," tambahnya.
Di saat yang sama, Iran juga meningkatkan tekanan terhadap kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas aksi militer AS dan Israel yang telah berlangsung sejak Sabtu (28/2) waktu setempat. Pemerintah Teheran mengklaim sedikitnya 560 personel militer Amerika tewas atau mengalami luka akibat gelombang serangan balasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran, Kolonel Ebrahim Zolfaghari, seperti dilaporkan media Iran, Press TV, Selasa (3/3/20206).
Ia memaparkan hasil dari operasi yang dinamakan "Operasi Janji Sejati 4", yang menurutnya dilancarkan sebagai balasan atas serangan gabungan AS-Israel dan pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam operasi tersebut, Iran menyasar kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, dengan empat rudal jelajah. Zolfaghari mengklaim serangan itu membuat USS Abraham Lincoln "kabur" ke perairan tenggara Samudra Hindia.
Tak hanya itu, ia juga menyebut pangkalan AS Ali al-Salem di Kuwait turut menjadi target. Menurutnya, serangan tersebut membuat pangkalan itu lumpuh dan merusak struktur angkatan laut AS di negara tersebut.
Zolfaghari menambahkan bahwa empat drone tempur Iran menghantam pangkalan Angkatan Laut AS di pelabuhan Salman, Bahrain, hingga menyebabkan kerusakan berat pada fasilitas komando dan pendukungnya. Selain drone, dua rudal balistik Iran juga diluncurkan ke pangkalan yang menjadi lokasi penempatan pasukan AS di Bahrain.
Ia juga melaporkan bahwa jet tempur Angkatan Udara Iran melakukan pemboman terhadap sejumlah pangkalan AS di negara-negara Teluk dan di wilayah Kurdistan Irak.
"Setidaknya 560 tentara Amerika telah tewas dan terluka dalam serangan balasan Iran sejauh ini," sebut Zolfaghari dalam pernyataannya.
Meski demikian, angka korban yang disampaikan pihak Iran belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen. Hingga saat ini, pihak Amerika Serikat baru mengonfirmasi kematian sedikitnya empat tentaranya akibat serangan Iran. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media