Nasional . 04/03/2026, 12:53 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus tancap gas memperbaiki Jalan Semarang–Godong, yang sempat terputus akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memimpin langsung peninjauan progres perbaikan di Desa Tinanding, Kecamatan Godong pada Senin 2 Februari 2026 Sore.
"Ruas jalan Semarang–Godong kilometer 35 yang terputus sepanjang kurang lebih 60 meter akibat jebolnya tanggul sungai Tuntang pada 16 Februari 2026," ungkap Ahmad Luthfi.
"Kini dalam tahap pemulihan intensif. Perbaikan dilakukan siang dan malam untuk mengejar target operasional sebelum puncak arus mudik," sambungnya.
Diketahui, ruas jalan nasional di kilometer 35 dalam kondisi rusak parah sepanjang sekitar 60 meter setelah tanggul jebol pada 16 Februari 2026.
Kerusakan tersebut memutus total akses utama Semarang - Godong, bahkan berdampak pada pergerakan logistik dan mobilitas warga di timur Jawa Tengah.
Berdasarkan informasi yang fin.co.id dapat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menargetkan jalan bisa kembali dilintasi para pemudik H-7 Lebaran 2026.
"Ini harus selesai H-7 Lebaran. Yang penting sudah keras dan bisa dilewati kendaraan. Setelah ini rampung, langsung kita geser penanganan ke jalan kabupaten yang menjadi jalur alternatif," ucapnya.
Perbaikan dilakukan tanpa henti jelang momentum libur Lebaran 2026 sejak siang dan malam, agar jalur kembali normal sebelum puncak arus mudik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jateng, Budi Anggoro mengatakan, hingga kini progres pekerjaan sudah mencapai 75 persen.
"Mudah-mudahan dalam dua minggu ini selesai. Jadi, sebelum Lebaran sudah bisa kita buka untuk lalu lintas dari Purwodadi menuju Semarang maupun sebaliknya," kata Budi Anggoro.
Di lapangan, tanggul Sungai Tuntang yang jebol sudah berhasil ditutup dan sedang dalam tahap pengeringan serta penguatan struktur.
Sementara badan jalan yang hilang tengah diproses perkerasan dasar dengan landasan beton, pengerjaan sempat terkendala rembesan air sungai yang memperlambat proses pengeringan beton.
"Total ada sekitar 60 meter badan jalan yang dinyatakan hilang. Armco tidak jadi dipasang, dan kita lakukan penanganan permanen agar lebih kuat dan tahan lama," jelasnya.
Awalnya pemerintah merencanakan pemasangan jembatan darurat armco untuk menangani titik putus, namun evaluasi teknis menunjukkan konstruksi lain turut bergeser.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media