Viral . 04/03/2026, 13:04 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Aksi penipuan kembali bikin publik geram. Kali ini, korban merupakan seorang nenek penjual sayur lanjut usia di depan Puskesmas Warujayeng. Insiden ini terjadi di wilayah Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Video kejadian tersebut langsung viral di media sosial dan memicu gelombang simpati dari warganet. Banyak yang tak kuasa menahan emosi setelah mengetahui kronologi lengkapnya. Apalagi, korban diketahui memiliki keterbatasan penglihatan.
Peristiwa ini bermula pada pagi hari saat seorang pria mendatangi lapak sederhana sang nenek. Seperti pembeli pada umumnya, pria tersebut memilih sejumlah barang dagangan. Ia membeli pisang, bawang merah, tomat, hingga terong.
Transaksi terlihat normal. Namun di balik itu, pelaku ternyata sudah menyiapkan modus licik. Ia menyerahkan selembar uang pecahan Rp100.000 kepada sang nenek. Sekilas, tidak ada yang mencurigakan.
Sayangnya, uang tersebut bukan uang asli. Pelaku menggunakan uang mainan untuk membayar belanjaannya.
Karena keterbatasan penglihatan yang dialami korban, sang nenek tidak menyadari perbedaan uang asli dan uang palsu tersebut. Ia tetap melayani pembeli seperti biasa. Bahkan, ia memberikan uang kembalian asli kepada pelaku.
Alhasil, nenek penjual sayur itu bukan hanya kehilangan dagangan, tetapi juga kehilangan uang tunai hasil jerih payahnya.
Setelah video penipuan tersebut beredar luas, respons publik datang dengan cepat. Warganet ramai-ramai membagikan ulang video itu. Tak sedikit yang menyuarakan kemarahan sekaligus rasa iba terhadap sang nenek.
Gelombang empati pun bermunculan. Banyak warganet tergerak untuk memberikan bantuan dan donasi kepada nenek penjual sayur tersebut. Aksi solidaritas ini menunjukkan kekuatan media sosial dalam menggerakkan kepedulian publik.
Dalam hitungan waktu singkat, nama dan kisah sang nenek menjadi perhatian luas. Netizen tidak hanya berkomentar, tetapi juga mengambil tindakan nyata dengan menyalurkan bantuan.
Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik kerasnya kehidupan, solidaritas tetap hidup. Media sosial bukan hanya ruang viral, tetapi juga ruang gotong royong digital.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media