Internasional . 05/03/2026, 16:05 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Rencana pelibatan milisi Kurdi ini juga menempatkan pemerintah daerah Kurdistan Irak dalam posisi yang cukup rumit.
Pemerintah pusat di Baghdad yang memiliki hubungan dekat dengan Teheran dilaporkan telah menginstruksikan otoritas Kurdi untuk melarang para militan melintasi perbatasan.
Keterlibatan kelompok milisi Kurdi dalam konflik Iran dikhawatirkan bisa memicu serangan balasan dari pasukan Iran maupun kelompok milisi pro-Teheran yang beroperasi di Irak.
Sebagai langkah pencegahan, Kementerian Dalam Negeri wilayah Kurdistan Irak telah mengerahkan pasukan keamanan Peshmerga ke sejumlah titik perbatasan strategis.
Deputi Perdana Menteri Kurdistan Irak Qubad Talabani menegaskan bahwa pemerintahnya berusaha mempertahankan posisi netral di tengah konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, otoritas keamanan nasional Irak mengklaim telah menerima permintaan dari Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Bagheri.
Permintaan tersebut berisi desakan agar Irak segera memblokir segala upaya penyusupan kelompok oposisi ke wilayah Iran.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa jika milisi Kurdi benar-benar melakukan operasi lintas batas, situasi di kawasan bisa semakin tidak stabil.
“Hal ini berpotensi merusak kedaulatan Irak dan pada dasarnya memberdayakan milisi bersenjata tanpa akuntabilitas,” ujar analis keamanan internasional Jen Gavito. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media