Nasional . 05/03/2026, 17:06 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Konflik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada sektor penerbangan internasional Indonesia, khususnya Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali.
Dilaporkan, sebanyak 35 penerbangan internasional batal terbang akibat penutupan ruang udara di beberapa negara Timur Tengah.
Pembatalan penerbangan internasional tersebut, terjadi dalam periode tanggal 28 Februari hingga 4 Maret 2026.
Penutupan jalur udara, membuat sejumlah maskapai harus menyesuaikan rute dan jadwal penerbangan yang melintasi kawasan tersebut.
20 Keberangkatan dan 15 Kedatangan Terdampak
Kepala Communication and Legal Division Bandara Ngurah Rai, Gede Eka Sandi mengungkapkan, pembatalan terdiri dari 20 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan.
“Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan bahwa hingga Rabu, 4 Maret 2026, pukul 13.00 Wita terdapat total 35 jadwal penerbangan rute internasional yang mengalami pembatalan penerbangan,” kata Gede Eka Sandi.
Untuk keberangkatan, pembatalan terjadi pada beberapa maskapai besar yang melayani jalur Timur Tengah, diantaranya :
Sementara itu, pada rute kedatangan ke Bali, pembatalan juga terjadi pada maskapai yang sama dengan rincian :
Ribuan Penumpang Terdampak
Data dari maskapai menunjukkan bahwa 5.905 calon penumpang keberangkatan dari Bali ,terdampak pembatalan penerbangan tersebut.
Namun, pihak bandara belum mendata jumlah penumpang yang terdampak pada rute kedatangan.
Meski begitu, pengelola bandara memastikan operasional penerbangan secara umum tetap berjalan normal di luar rute yang terdampak konflik Timur Tengah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media