Internasional . 05/03/2026, 17:15 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Ia menambahkan bahwa Rusia dapat mengalihkan energi ke pasar baru yang lebih menguntungkan.
Meski demikian, Putin menegaskan bahwa keputusan tersebut belum final.
Ia menyebut wacana tersebut masih dalam tahap pertimbangan dan akan dibahas lebih lanjut oleh pemerintah bersama perusahaan energi Rusia.
Rusia dikenal sebagai negara dengan cadangan gas alam terbesar di dunia dan salah satu eksportir minyak terbesar secara global.
Sebelum konflik dengan Ukraina pada 2022, Rusia memasok sekitar 40 persen kebutuhan gas pipa di Uni Eropa.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, angka tersebut turun drastis.
Pada tahun lalu, pangsa pasokan Rusia di pasar Eropa diperkirakan hanya sekitar 6 persen.
Posisi Rusia sebagian digantikan oleh negara pemasok lain seperti Norwegia, Amerika Serikat, dan Aljazair.
Penurunan permintaan ini juga berdampak besar terhadap perusahaan energi Rusia.
Perusahaan gas milik negara Gazprom yang pada 2007 sempat menjadi perusahaan terbesar ketiga di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari 330 miliar dolar AS kini nilainya menyusut drastis.
Saat ini, kapitalisasi pasar Gazprom diperkirakan hanya sekitar 40 miliar dolar AS.
Dengan pasar Eropa yang semakin mengecil, Rusia mulai mengalihkan ekspor energi ke kawasan Asia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media