Pendidikan . 06/03/2026, 17:54 WIB

GAWAT! Kasus Bunuh Diri Anak Meningkat Tajam, Pemerintah Terbitkan SKB 9 Menteri untuk Tangani Krisis Kesehatan Jiwa Anak di Indonesia

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Pemerintah Indonesia akhirnya mengambil langkah serius untuk menangani meningkatnya kasus anak yang mengakhiri hidup di Tanah Air.

Melalui kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) 9 Menteri tentang Kesehatan Jiwa Anak, pemerintah berupaya memperkuat upaya pencegahan serta penanganan masalah kesehatan mental pada anak dan remaja.

Kebijakan lintas kementerian ini lahir setelah data terbaru menunjukkan adanya lonjakan kasus yang cukup mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah menilai persoalan kesehatan mental anak kini telah menjadi alarm nasional yang membutuhkan penanganan terpadu dari berbagai sektor.

SKB tersebut resmi ditandatangani pada Kamis, 5 Maret 2026 di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Penandatanganan dilakukan oleh sembilan kementerian serta lembaga strategis negara.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, keluarga, hingga lembaga sosial dapat semakin kuat dalam melindungi kesehatan mental anak Indonesia.

Lonjakan Kasus Anak Akhiri Hidup Jadi Alarm Nasional

Meningkatnya kasus anak yang mengakhiri hidup menjadi alasan utama pemerintah mengambil kebijakan lintas kementerian tersebut.

Berdasarkan data dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, pada tahun 2024 tercatat 1.498 kasus bunuh diri di Indonesia. Angka ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2022 yang berada di angka 604 kasus.

Selain itu, hasil penelitian dari Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 juga menunjukkan fakta yang cukup memprihatinkan. Sebanyak 62,19 persen anak yang mengalami masalah kesehatan jiwa ternyata juga mengalami kekerasan dalam 12 bulan terakhir.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan mental anak tidak berdiri sendiri. Banyak faktor lain yang turut memengaruhi kondisi psikologis mereka, mulai dari kekerasan, tekanan sosial, hingga konflik keluarga.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa faktor keluarga menjadi salah satu pemicu terbesar munculnya keinginan anak untuk mengakhiri hidup.

Menurutnya, pola pengasuhan yang kurang sehat dan konflik dalam keluarga memiliki kontribusi besar terhadap kesehatan mental anak.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com